MANADO, Pilarportal.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara menggelar Analisis dan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat pelayanan keimigrasian, penegakan hukum, serta tata kelola organisasi yang lebih efektif.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Four Points Manado, Rabu (5/8/2026), diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian di Sulawesi Utara.
Ketua Panitia, Novly Momongan, mengatakan forum tersebut menjadi sarana mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh UPT selama enam bulan pertama tahun 2026.
Menurutnya, evaluasi tidak hanya berfokus pada capaian kinerja dan realisasi anggaran, tetapi juga mengidentifikasi kendala, praktik terbaik (best practices), serta strategi peningkatan kinerja pada Semester II.
“Forum ini menjadi media untuk mengevaluasi capaian, mencari solusi atas berbagai kendala, sekaligus memperkuat sinergi antara Kantor Wilayah dan seluruh UPT Keimigrasian di Sulawesi Utara,” ujar Novly.
Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi fokus evaluasi, di antaranya pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), reformasi birokrasi, pelaksanaan anggaran dan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), kehumasan, intelijen keimigrasian, penegakan hukum, hingga pelayanan publik.
Dari hasil pemaparan seluruh UPT, masing-masing satuan kerja dinilai telah menunjukkan berbagai inovasi dan capaian positif sesuai karakteristik wilayah kerjanya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperkuat, seperti kualitas perencanaan program, percepatan pelaksanaan anggaran, penguatan pengawasan, kualitas data dukung kinerja, serta optimalisasi publikasi dan kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani, menegaskan evaluasi bukan sekadar membahas angka atau laporan administrasi.
Menurutnya, evaluasi harus menjadi instrumen strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional.
“Sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Imigrasi di daerah, kita harus memastikan seluruh kebijakan nasional diimplementasikan secara selaras oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis,” kata Ramdhani.
Ia mengajak seluruh jajaran membangun cara pandang helicopter view, yaitu melihat organisasi secara menyeluruh, bukan hanya dari keberhasilan masing-masing satuan kerja.
Ramdhani menegaskan keberhasilan satu UPT merupakan keberhasilan seluruh Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara. Sebaliknya, setiap kendala yang dihadapi satuan kerja harus menjadi tanggung jawab bersama untuk diselesaikan.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran meninggalkan ego sektoral dan memperkuat budaya kolaborasi agar setiap kebijakan dapat dijalankan secara selaras demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal dan Status Keimigrasian,
Plt. Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal, para Kepala Kantor Imigrasi di Manado, Bitung, Tahuna, Kotamobagu, Plh. Kepala Rumah Detensi Imigrasi Manado, serta pejabat manajerial dan nonmanajerial Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara.

Komentar Batalkan balasan