MANADO, Pilarportal.com – Polda Sulawesi Utara mulai memanfaatkan teknologi Face Recognition yang terhubung dengan data Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk memperkuat identifikasi, penyelidikan tindak pidana, dan pengamanan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Perangkat canggih tersebut akan menjalani uji coba perdana pada Tournament of Flowers (TIFF) Tomohon 2026 yang berlangsung pada 7–12 Agustus mendatang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut Kombes Pol. Suryadi mengatakan teknologi tersebut merupakan bantuan dari Bareskrim Polri untuk meningkatkan kemampuan Unit Identifikasi (Inafis) dalam mendukung tugas kepolisian.
“Unit Identifikasi Polda Sulawesi Utara telah menerima dukungan peralatan baru dari Bareskrim Polri berupa sistem Face Recognition dan perangkat internet portabel Starlink,” ujar Suryadi saat peluncuran di Mapolda Sulut, Rabu (5/8/2026).
Perangkat tersebut dilengkapi kamera 360 derajat yang mampu mengenali wajah seseorang secara otomatis, kemudian mencocokkannya dengan basis data kependudukan.
Dalam hitungan detik, identitas yang sesuai akan ditampilkan pada layar komputer untuk membantu proses identifikasi di lapangan.
Menurut Suryadi, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi pelaku tindak pidana, residivis, daftar pencarian orang (DPO), hingga individu yang masuk dalam pemantauan kepolisian.
Selain sistem pengenal wajah, Polda Sulut juga menerima perangkat internet satelit Starlink yang memungkinkan sistem tetap beroperasi di daerah dengan jaringan internet terbatas atau blank spot.
Kehadiran perangkat tersebut diharapkan membuat proses identifikasi tetap berjalan optimal meski petugas bertugas di lokasi yang sulit dijangkau jaringan komunikasi.
Polda Sulut akan mengoperasikan teknologi ini pada pelaksanaan TIFF Tomohon 2026, khususnya di pintu masuk tamu VVIP.
Penggunaan Face Recognition dilakukan untuk mendukung sistem pengamanan mengingat ajang internasional tersebut dijadwalkan dihadiri delegasi dari 10 negara.
Suryadi menegaskan penerapan teknologi merupakan bagian dari modernisasi pelayanan kepolisian sekaligus memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Meski demikian, ia menilai partisipasi masyarakat tetap menjadi unsur penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Informasi yang disampaikan masyarakat tetap dibutuhkan sebagai pelengkap kemampuan teknologi yang dimiliki kepolisian,” ujar Kombes Pol. Suryadi.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

Komentar Batalkan balasan