Pakar Soroti Ketimpangan Akses Energi di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

Rabu, 19 November 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Diskusi Kebijakan Publik Energi di M Coffee, Jalan Sion No.24 Manado, Rabu (19/11/2025), menghadirkan tiga narasumber, yakni Pakar Energi Reynaldo Joshua Salaki, S.Pd., M.Sc., Ph.D, Pakar Kebijakan Publik dan Komunikasi Apriles A. Mandome, S.Th., M.I.Kom, serta Pakar Ekonomi Dr. Robert R. Winerungan, M.Si. Diskusi dipandu oleh Stevie Kolibu. (Foto:Yudi/pilar)

Manado, Pilarportal.com — Forum Wartawan Bisnis Manado menggelar Diskusi Kebijakan Publik Energi di M Coffee, Jalan Sion No.24 Manado, Rabu (19/11/2025).

Diskusi ini mengulas kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dari sudut pandang sektor energi.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yakni Pakar Energi Reynaldo Joshua Salaki, S.Pd., M.Sc., Ph.D, Pakar Kebijakan Publik dan Komunikasi Apriles A. Mandome, S.Th., M.I.Kom, serta Pakar Ekonomi Dr. Robert R. Winerungan, M.Si.

Diskusinya dipandu oleh Stevie Kolibu dan dihadiri wartawan dari berbagai media elektronik, radio, cetak, dan online di Manado.

Akses Listrik Desa Jadi Sorotan

Pakar Ekonomi Dr. Robert R. Winerungan menyoroti ketimpangan akses energi, terutama listrik di daerah pedesaan. Menurutnya, pembangunan energi tidak boleh hanya terpusat di kota.

“Listrik masuk desa jangan hanya dinikmati penduduk kota yang pendapatannya di atas rata-rata. Justru desa harus diperhatikan. Energi adalah kebutuhan vital dan menjadi jantung ketahanan ekonomi,” ujarnya.

Subsidi Listrik Harus Tepat Sasaran

Pakar Kebijakan Publik Apriles A. Mandome menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga agar subsidi listrik tidak salah sasaran.

“Jangan sampai masyarakat di daerah tertinggal tidak menikmati subsidi. Koordinasi antar instansi harus diperbaiki, karena sehebat apa pun roadmap kedaulatan energi, tidak akan maksimal tanpa sinergi,” jelasnya.

Pulau Nain Hanya Nikmati Listrik 6 Jam

Pakar energi Reynaldo Joshua Salaki mengungkap kondisi krisis listrik di Pulau Nain, Sulawesi Utara, yang menurutnya hanya menikmati listrik sekitar enam jam per hari.

“Padahal masyarakat di Pulau Nain memiliki potensi ekonomi yang bisa berkembang. Saya melihat PLN sebenarnya sudah punya program yang mendukung agenda Presiden Prabowo di sektor ketersediaan listrik,” kata Reynaldo.

Diskusi publik ini menjadi ruang masukan bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan untuk memperbaiki pemerataan energi nasional, khususnya di wilayah kepulauan dan pedesaan.

Berita Terkait

Kalapas Amurang Ubah Lapas Jadi Tempat Belajar Bertani, 15 Warga Binaan Terlibat
Warga Binaan Lapas Amurang Dibekali Bertani dan Beternak, Siap Jadi Modal Hidup Setelah Bebas
Tim Cara’de Bekali Pelaku UMKM Desa Tinggimae Strategi Bangun Bisnis Berkelanjutan
805 PFDs Didata di Sulut, Imigrasi Dorong Kepastian Status Warga Keturunan Filipina di Perbatasan
Sulut Raih Penghargaan Nasional, Juara Pemanfaatan E-Katalog Tertinggi dari LKPP
Rayakan Satu Tahun Perjalanan, D’Anna Palace Gelar Turnamen MLBB untuk Salurkan Energi Positif Generasi Muda Tomohon
Pemprov Sulut Bergerak Cepat, Korban Kebakaran Asrama Pakowa Terima Bantuan Kemanusiaan
Libatkan Cabang 7 Gabungan Jalasenastri, Lanudal Manado Panen Raya Jagung Perkuat Ketahanan Pangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:00

Kalapas Amurang Ubah Lapas Jadi Tempat Belajar Bertani, 15 Warga Binaan Terlibat

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:41

Warga Binaan Lapas Amurang Dibekali Bertani dan Beternak, Siap Jadi Modal Hidup Setelah Bebas

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:14

Tim Cara’de Bekali Pelaku UMKM Desa Tinggimae Strategi Bangun Bisnis Berkelanjutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:50

805 PFDs Didata di Sulut, Imigrasi Dorong Kepastian Status Warga Keturunan Filipina di Perbatasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:48

Sulut Raih Penghargaan Nasional, Juara Pemanfaatan E-Katalog Tertinggi dari LKPP

Berita Terbaru

Exit mobile version