Mendagri Pimpin Rakor Pengendalian Inflasi Melalui Zoom Meeting Diikuti Pj Bupati Minahasa

Senin, 22 Januari 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Mendagri RI, Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D Rakor live Zoom , sebagai upaya untuk mengatasi masalah inflasi yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi daerah.

Pilarportal.com, Minahasa – Mendagri RI, Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D Rakor live Zoom , sebagai upaya untuk mengatasi masalah inflasi yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi daerah.

Dimana Penjabat Bupati Minahasa, Dr. Jemmy Stany Kumendong, M.Si, bersama Sekda Dr Lynda Watania, MM, MSi dan para Asisten serta kepala OPD mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi melalui Zoom Meeting, di ruang sidang kantor bupati, Senin (21/01/2024).

Dalam Rakor yang dipimpin Mendagri  keikutsertaan Bupati Dr Jemmy Stani Kumendong, ini sebagai perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa menunjukkan komitmen daerah dalam menghadapi tantangan inflasi.

Tujuan dari Rakor itu, untuk membahas strategi dan langkah-langkah konkret dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Minahasa serta untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa, dan mencegah dampak negatif inflasi terhadap daya beli masyarakat,” ungkap Kumendong.

Lanjut disampaikannya, melalui partisipasi aktif dalam rapat ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa menunjukkan komitmen mereka dalam mengatasi masalah inflasi tersebut. Tentunya dalam hal Rakor tersebut Pemkab Minahasa akan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mencapai stabilitas ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

SEJARAH

Kabupaten Minahasa merupakan salah satu Kabupaten dari 15 Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara yang terdiri dari 25 Kecamatan, 227 Desa dan 43 Kelurahan.

Kabupaten Minahasa merupakan salah satu kabupaten tertua yang ada di Provinsi Sulawesi Utara yang beribukotakan Tondano. Jauh sebelumnya Minahasa dikenal dengan nama MALESUNG, dan kata Minahasa berasal dari kata MINAESA, MAHASA, MINHASA yang berarti menjadi satu. Kata ” Minahasa” ini merujuk dari musyawarah – musyawarah tertinggi di Minahasa dulu dalam rangka menyelesaikan perselisihan atau konflik antar mereka, membagi batas – batas wilayah sub etnik, dan membicarakan persatuan menghadapi musuh dari luar.

Nama Minaesa pertama kali muncul pada perkumpulan para “Tonaas” di Watu Pinawetengan (Batu Pinabetengan). Nama Minahasa yang dipopulerkan oleh orang Belanda pertama kali muncul dalam laporan Residen J.D. Schierstein, tanggal 8 Oktober 1789, yaitu tentang perdamaian yang telah dilakukan oleh kelompok sub-etnik Bantik dan Tombulu (Tateli), peristiwa tersebut dikenang sebagai “Perang Tateli”.

Orang minahasa yang dikenal dengan keturunan Toar Lumimuut pada waktu itu dibagi dalam 3 (tiga) golongan yaitu :

• Makarua Siow : para pengatur Ibadah dan Adat

• Makatelu Pitu : yang mengatur pemerintahan

• Pasiowan Telu : Rakyat

Berdasarkan penyelidikan Dr. J.P.G. Riedel, sekitar tahun 670 di Minahasa telah terjadi suatu musyawarah di watu Pinawetengan yang dimaksud untuk menegakkan adat istiadat serta pembagian wilayah Minahasa. Pembagian wilayah minahasa tersebut dibagi dalam beberapa anak suku, yaitu:

• Anak suku Tontewoh (Tonsea) : wilayahnya ke timur laut

• Anak suku Tombulu : wilayahnya menuju utara

• Anak suku Toulour : menuju timur (atep)

• Anak suku Tompekawa : ke barat laut, menempati sebelah timur tombasian besar

Di Minahasa sejak dahulu tidak mengenal adanya pemerintahan yang diperintah oleh raja. Yang ada adalah:

• Walian :Pemimpn agama / adat serta dukun

• Tonaas : Orang keras, yang ahli dibidang pertanian, kewanuaan, mereka yang dipilih menjadi kepala walak

• Teterusan : Panglima perang

• Potuasan : Penasehat

Dewasa ini ada sejumlah kelompok (subetnik) Minahasa utama:

1. Sub etnik Tontemboan

2. Sub etnik Tonsea

3. Sub etnik Tombulu

4. Sub etnik Tondano

5. Sub etnik Pasan

6. Sub etnik Ponosakan

7. Sub etnik Toundangow Tombatu

8. Sub etnik Tou Bantik

9. Sub etnik TonBabontewu Manado Tua, Bunaken

Berita Terkait

Sidak Pajak, Pemkab Minahasa: Usaha Menunggak Terancam Ditutup
Menjaga Ideologi, Pemkab Minahasa Refleksikan Nilai Kesaktian Pancasila
Kalapas Tondano Perkuat Disiplin dan Profesionalisme Jajaran
Lanjuti Arahan Megawati, RD Pastikan DPC PDI-P Minahasa Terus Bergerak Untuk Kesejahteraan Rakyat
Vanda Sarundajang Sukses Kawal Konsolidasi Akbar PDI Perjuangan Se-Sulut, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati
Unima Cup 2026 Resmi Digelar, Jadi Wadah Pengembangan Olahraga Prestasi Pecatur Tanah Air
Prabowo Bahas Tata Kelola Gambut dan Strategi Pencegahan Karhutla Bersama Pakar
Sah! DPRD dan Pemkab Minahasa Setujui Ranperda Perubahan ABPD 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:05

Sidak Pajak, Pemkab Minahasa: Usaha Menunggak Terancam Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:12

Menjaga Ideologi, Pemkab Minahasa Refleksikan Nilai Kesaktian Pancasila

Selasa, 29 September 2026 - 11:10

Kalapas Tondano Perkuat Disiplin dan Profesionalisme Jajaran

Jumat, 25 September 2026 - 23:38

Lanjuti Arahan Megawati, RD Pastikan DPC PDI-P Minahasa Terus Bergerak Untuk Kesejahteraan Rakyat

Jumat, 25 September 2026 - 23:18

Vanda Sarundajang Sukses Kawal Konsolidasi Akbar PDI Perjuangan Se-Sulut, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!
Exit mobile version