PLN EPI Percepat Pengembangan Biomassa untuk Transisi Energi Rendah Karbon

Kamis, 27 November 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

PT PLN Energi Primer Indonesia dari Kiri Ke Kanan: Country Leader GE Gas Power Indonesia George Djohan (Moderator), Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, Chairman Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) Milton Pakpahan dan VP O & M Planning and Control I PLN Indonesia Power Hendra. (Dok. Humas Pertamina Patra Niaga)

Pillarportal.com, Jakarta PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmen akselerasi transisi energi melalui pengembangan biomassa dan perluasan program cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Langkah ini menjadi bagian strategi menuju energi rendah karbon dan target Net Zero Emission.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa saat ini 95 persen biomassa yang digunakan berasal dari limbah agro, residu industri kayu, dan limbah kehutanan.

“Biomassa PLN berbasis limbah. Potensi nasional mencapai 500 juta ton, namun pemanfaatannya baru sekitar lima persen,” ujar Hokkop dalam forum Electricity Connect 2025.

Ia menyebut tantangan pengembangan biomassa tidak hanya terkait kesiapan pembangkit, tetapi juga menyangkut regulasi, infrastruktur, dan model ekosistem rantai pasok yang belum matang.

Cofiring Jadi Arah Strategis Transisi Energi PLN

Hokkop menyatakan bahwa tujuan cofiring bukan sekadar diversifikasi bahan bakar, tetapi mendukung pengurangan emisi karbon.

“Dalam praktik internasional, hal yang pertama dilihat dari cofiring adalah kontribusinya terhadap Net Zero Emission,” tegasnya.

Untuk memperkuat rantai pasok, PLN EPI mengembangkan skema kemitraan dengan sektor swasta, aggregator, hingga koperasi sebagai sub-hub pengumpulan biomassa.

MoU dengan Kementerian Koperasi baru saja ditandatangani untuk memperluas model tersebut.

Kualitas Biomassa Jadi Fokus Utama

Hokkop menekankan bahwa kualitas biomassa menentukan performa pembangkit.

“Cofiring harus memastikan karakter biomassa mendekati bahan bakar fosil. Produk yang salah dapat menurunkan performa pembangkit,” jelasnya.

Saat ini, 48 PLTU telah mengimplementasikan cofiring.

Tantangan Logistik dan Distribusi Biomassa

VP Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Anita Puspita Sari, menambahkan bahwa biomassa memiliki potensi emisi yang signifikan, namun ekosistem logistik masih menjadi tantangan terbesar.

“Bahan baku biomassa tersebar di seluruh Indonesia dan tidak terpusat. Ini menimbulkan tantangan logistik yang berbeda dengan batu bara,” jelasnya.

Menurut Anita, tidak semua biomassa dapat langsung digunakan. Biomassa dari limbah kayu dan cangkang sawit dinilai rendah risiko, sementara residu pertanian atau sampah perlu diproses ulang terlebih dahulu.

Strategi Jangka Panjang: Ekosistem, Marketplace, dan Basis Penanaman

PT PLN EPI menyiapkan langkah strategis berkelanjutan, seperti:

  • peningkatan kualitas dan teknologi pengolahan biomassa

  • platform marketplace biomassa

  • kemitraan rantai pasok nasional

  • pembangunan model penanaman khusus biomassa untuk menjamin keberlanjutan pasokan

“Ke depan, kita tidak bisa hanya mengandalkan limbah. Basis penanaman tetap diperlukan untuk kestabilan suplai,” ujar Anita.

Berita Terkait

Lapas Amurang Panen Padi, Warga Binaan Ikut Kelola Lahan Pertanian
PLN UID Suluttenggo Hadirkan HCS Ultima, Isi Daya Mobil Listrik di Rumah
PLN Edukasi Siswa MAN 1 Banggai, Kenali Bahaya Listrik Sejak Dini
Kemarau Panjang di Poso, YBM PLN UP3 Palu dan Warga Gelar Sholat Istisqo
HPN 2026, PLN Gorontalo Datangi Rumah Pelanggan Bawa Kejutan
PLN UP3 Tahuna Perkuat Sinergi dengan Pemkab Sangihe di HPN 2026
PLN Goes To You, PLN Gorontalo Dengarkan Langsung Aspirasi Pelanggan
RSUD Boltim Dibangun, PLN Siapkan Pasokan Listrik Tanpa Henti

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:27

Lapas Amurang Panen Padi, Warga Binaan Ikut Kelola Lahan Pertanian

Jumat, 18 September 2026 - 17:28

PLN UID Suluttenggo Hadirkan HCS Ultima, Isi Daya Mobil Listrik di Rumah

Selasa, 15 September 2026 - 20:52

PLN Edukasi Siswa MAN 1 Banggai, Kenali Bahaya Listrik Sejak Dini

Selasa, 15 September 2026 - 20:26

Kemarau Panjang di Poso, YBM PLN UP3 Palu dan Warga Gelar Sholat Istisqo

Senin, 14 September 2026 - 18:38

HPN 2026, PLN Gorontalo Datangi Rumah Pelanggan Bawa Kejutan

Berita Terbaru

Exit mobile version