Anggota Kompolnas Ajak Masyarakat Berantas Radikalisme

Senin, 20 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bedah buku dihadiri Anggota Kompolnas Mohammad Dawam selaku bagian dari tim riset buku tersebut. Kemudian, tokoh agama, perwakilan DPRD, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan ormas.

Bedah buku dihadiri Anggota Kompolnas Mohammad Dawam selaku bagian dari tim riset buku tersebut. Kemudian, tokoh agama, perwakilan DPRD, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan ormas.

Pilarportal.com — Kudus – Upaya Cooling System terus dilakukan Polri dengan menggandeng sejumlah pihak. Kali ini, dilakukan dengan bedah buku Radikalisme, Terorisme, dan Deradikalisasi di Indonesia karya Asisten Kapolri bidang SDM Irjen. Pol. Dedi Prasetyo.

Bedah buku tersebut dihadiri Anggota Kompolnas Mohammad Dawam selaku bagian dari tim riset buku tersebut. Kemudian, tokoh agama, perwakilan DPRD, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan ormas.

Anggota Kompolnas Mohammad Dawam menjelaskan, paham radikalisme sudah seharusnya dihilangkan. Oleh karenanya, hal itu membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat.

“Paham-paham radikalisme ini harus dimusnahkan dari bumi Indonesia ini. Oleh karenanya, mari bersama-sama untuk ikut menghilangkan paham radikalisme dimulai dari wilayah masing-masing,” ujarnya dalam acara bedah buku yang diselenggarakan di Kudus, Sabtu (18/11/23).

Dijelaskannya, paham radikalisme yang dianut para teroris kerap disebarkan di media sosial.

Karena hal itu, ujarnya. masyarakat juga harus memahami bahwa mempelajari agama dari media sosial menjadi hal yang harus diwaspadai. Sebab, cara itu tetap harus mendapatkan pendampingan.

BACA JUGA  35 Saksi dari Internal Maupun Eksternal Telah Diperiksa Dalam Kasus Kanjuruhan

“Tanpa didampingi praktisi keagamaan, tidak bisa diterima mentah-mentah,” ungkapnya.

Ia pun menekankan bahwa tokoh agama dan pakar agama menjadi unsur penting dalam memberantah paham radikalisme. Maka dari itu, masyarakat dianjurkan untuk memiliki mentor dari unsur tersebut untuk mendalami agama agar tidak salah tafsir dan terjerumus ke dalam paham radikalisme.(*/yud)

Berita Terkait

Polda Sulut Bongkar Love Scamming, Korban Rugi Rp850 Juta
Polsek Kendahe Salurkan Bantuan Semen untuk Dua Rumah Ibadah
Konsistensi Data IRSMS, Satlantas Polres Minahasa Ukir Prestasi Nasional
Kapolda Sulut Temui Plt Kajati, Sinergi Penegakan Hukum Diperkuat
Kapolri Suyudi Ucapkan HUT ke-81 TNI, Tekankan Soliditas TNI-Polri
Kapolri Suyudi Hadiri HUT ke-81 TNI, Tegaskan Sinergi TNI-Polri
Polres Tomohon Beri Penghargaan, Kinerja Ungkap Kasus dan Pengawasan BBM Disorot
Prabowo dan Presiden FIFA Bahas Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:44

Polda Sulut Bongkar Love Scamming, Korban Rugi Rp850 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:43

Polsek Kendahe Salurkan Bantuan Semen untuk Dua Rumah Ibadah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:05

Konsistensi Data IRSMS, Satlantas Polres Minahasa Ukir Prestasi Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:50

Kapolda Sulut Temui Plt Kajati, Sinergi Penegakan Hukum Diperkuat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:06

Kapolri Suyudi Ucapkan HUT ke-81 TNI, Tekankan Soliditas TNI-Polri

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!