Siau, Pilarportal.com — PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, telah pulih sepenuhnya 100 persen pada Kamis (8/1/2026), setelah sebelumnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Senin (5/1).
Pemulihan dilakukan secara bertahap oleh PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna bersama Unit Layanan Pelanggan (ULP) Siau, hingga seluruh 10.232 pelanggan terdampak kembali menikmati aliran listrik secara normal.
Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, mengatakan pemulihan kelistrikan dilakukan dengan cepat sejak hari pertama bencana, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan petugas di lapangan.
Sejak pascabencana, tim teknis kami langsung bergerak melakukan percepatan pemulihan jaringan.
“Saat ini kami pastikan seluruh pelanggan terdampak di Pulau Siau sudah kembali mendapatkan pasokan listrik secara normal,” ujar Dimas.
Ia menambahkan, proses pemulihan menghadapi tantangan berat, terutama akibat akses menuju lokasi jaringan yang tertutup material longsor serta kerusakan pada sejumlah infrastruktur kelistrikan.
Namun berkat kerja keras tim dan koordinasi lintas pihak, seluruh hambatan dapat diatasi.
Sementara itu, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa pemulihan kelistrikan di Pulau Siau merupakan bagian dari komitmen PLN untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pascabencana.
Pemulihan ini tidak lepas dari dedikasi tim di lapangan serta sinergi yang solid dengan pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat.
“Ke depan, PLN akan terus memperkuat sistem kelistrikan di wilayah rawan bencana guna meningkatkan keandalan layanan,” kata Usman.
PLN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Pulau Siau atas dukungan dan pengertian selama proses pemulihan berlangsung. Evaluasi serta penguatan sistem kelistrikan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana.
Dengan pulihnya pasokan listrik secara menyeluruh, diharapkan aktivitas sosial, layanan publik, dan perekonomian masyarakat Pulau Siau dapat kembali berjalan normal.







