Bencana Cisarua Bandung Barat: 25 Kantong Jenazah Diterima, 11 Korban Teridentifikasi

Senin, 26 Januari 2026 - 07:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan

Bandung Barat, Pilarportal.com — Proses identifikasi korban bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Hingga Minggu sore (25/1/2026) pukul 17.00 WIB, Pos DVI mencatat sebanyak 25 kantong jenazah telah diterima dari hasil evakuasi tim SAR gabungan di lokasi bencana. Jumlah tersebut bertambah setelah ditemukan tiga jenazah utuh dalam proses pencarian hari ini.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa dari total kantong jenazah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh serta satu potongan tubuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan ilmiah, baik melalui pemeriksaan post mortem maupun pencocokan data ante mortem,” ujar Kombes Hendra.

Adapun korban yang telah teridentifikasi yaitu:

  • Suriana (57)

  • Jajang Tarta (35)

  • Dadang Apung (80)

  • Nining (40)

  • Nurhayati (42)

  • Lina Ismayanti (43)

  • M. Kori (30) – teridentifikasi dari potongan tubuh bagian tangan

  • Al-Sumari (35)

  • Koswara (40)

  • Koswara (26)

  • Ayu Yuniarti (31)

BACA JUGA  Satnarkoba Polres Cimahi Tangkap Anggota Ormas Grib Jaya Edarkan Narkoba dengan Modus Tempel

Sementara itu, tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan terpaksa menghentikan sementara operasi pencarian akibat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Proses evakuasi dijadwalkan kembali dilanjutkan pada esok hari.

Hingga kini, masih terdapat sejumlah korban yang diduga tertimbun material longsor dan belum berhasil ditemukan.

Tim DVI Polri menegaskan bahwa proses identifikasi dapat berlangsung lebih cepat apabila jenazah ditemukan dalam kondisi utuh serta dilengkapi identitas pendukung.

Namun, untuk korban berupa potongan tubuh tertentu seperti kaki atau tangan, diperlukan waktu lebih lama untuk pencocokan data.

Kombes Hendra juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan seluruh personel yang terlibat serta kekuatan bagi keluarga korban.

“Mohon doa dan dukungan agar seluruh proses kemanusiaan ini berjalan lancar dan para petugas diberikan keselamatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polresta Manado Kerahkan 59 Personel Amankan Festival Bung Karno Manado 2026
Diduga Lakukan KDRT, Pria di Remboken Diamankan Tim URC Resmob Polres Minahasa
Kemkomdigi Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak Saat Akses Teknologi Digital
Polsus dari 8 Instansi Bersaing Jadi Teladan Nasional 2026
Polres Sangihe Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Pulau Kawio dan Marore
JK Temui Prabowo, Bahas Percepatan Energi Bersih dan Ketahanan Energi Nasional
Bareskrim Polri Tangkap Buronan Narkoba Australia di Bandara Bali
Menkum: Revisi UU Polri Penting Hadapi Tantangan Keamanan Modern

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:55 WITA

Polresta Manado Kerahkan 59 Personel Amankan Festival Bung Karno Manado 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:34 WITA

Diduga Lakukan KDRT, Pria di Remboken Diamankan Tim URC Resmob Polres Minahasa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:14 WITA

Kemkomdigi Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak Saat Akses Teknologi Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:09 WITA

Polsus dari 8 Instansi Bersaing Jadi Teladan Nasional 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:44 WITA

Polres Sangihe Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Pulau Kawio dan Marore

Berita Terbaru