Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Keamanan dan Masa Depan Bangsa

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Presiden RI di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

TUBAN, Pilarportal.comPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keamanan dan keberlangsungan sebuah negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Presiden, sebuah negara tidak akan mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman, lancar, dan berkesinambungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja menjaga sektor pangan nasional.

Kepala Negara mengaku semakin memahami pentingnya peran petani dan nelayan setelah terlibat langsung dalam organisasi tani.

“Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” katanya.

Presiden Prabowo turut membagikan pengalamannya saat menjadi komandan pasukan tempur. Ia menilai pangan bukan hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut pertahanan negara.

BACA JUGA  Presiden: Negara Hormati Kebebasan Berpendapat, Tapi Tindak Tegas Anarkisme

“Kalau ada beras kita hitung, berasnya kuat untuk berapa hari. Kalau berasnya untuk 5 hari, ya 5 hari kita operasi. Kalau berasnya 14 hari, 14 hari kita operasi. Bayangkan kalau tidak ada beras,” ucap Presiden.

Selain itu, Presiden mengenang bagaimana para petani di desa menjadi penopang perjuangan bangsa pada masa perang kemerdekaan.

Menurutnya, bantuan sederhana dari masyarakat seperti pisang, ubi, dan tiwul menjadi kekuatan bagi tentara saat itu.

“Rakyat desa keluar memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Walaupun mereka hidupnya sangat susah,” kenang Presiden.

Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan swasembada dan ketahanan pangan nasional hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen bangsa.

Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk fokus memperkuat sektor pangan demi keberlangsungan negara di masa depan.

“Setiap mereka yang ingin melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan ini,” tegas Presiden Prabowo.

(BPMI Setpres)

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)

Editor : Yudi Mintalangi

Berita Terkait

Kemkomdigi Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak Saat Akses Teknologi Digital
JK Temui Prabowo, Bahas Percepatan Energi Bersih dan Ketahanan Energi Nasional
PLN dan Pemprov Sulteng Percepat Listrik Desa, Target Elektrifikasi 100 Persen pada 2027
Presiden Prabowo Percepat Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Energi Alternatif, Harga BBM Subsidi Tetap
Cadangan Beras RI Tembus 5,3 Juta Ton, Bapanas Sebut Tertinggi Sepanjang Sejarah
PLN UP3 Tahuna Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Kepulauan Sangihe
Presiden Prabowo di Munas HIPMI: Nasionalisme Kunci Kemajuan Ekonomi Bangsa

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:14 WITA

Kemkomdigi Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak Saat Akses Teknologi Digital

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:58 WITA

JK Temui Prabowo, Bahas Percepatan Energi Bersih dan Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:42 WITA

PLN dan Pemprov Sulteng Percepat Listrik Desa, Target Elektrifikasi 100 Persen pada 2027

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:34 WITA

Presiden Prabowo Percepat Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:26 WITA

Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Energi Alternatif, Harga BBM Subsidi Tetap

Berita Terbaru