JAKARTA, Pilarportal.com — Berhenti merokok bukan perkara mudah bagi sebagian orang. Salah satu penyebab utamanya adalah nikotin, zat adiktif dalam tembakau yang dapat membuat tubuh dan otak terbiasa menerima nikotin secara terus-menerus.
Ketika asupan nikotin dihentikan, tubuh perlu beradaptasi. Proses tersebut dapat memunculkan gejala putus nikotin yang mendorong seseorang kembali merokok.
Gejala Muncul Saat Nikotin Dihentikan
Gejala putus nikotin dapat berupa rasa cemas, gelisah, mudah marah, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, peningkatan nafsu makan hingga keinginan kuat untuk kembali merokok.
Kementerian Kesehatan menjelaskan, efek putus nikotin dapat mulai dirasakan beberapa jam setelah berhenti dan biasanya paling berat pada hari-hari pertama.
Gejala tersebut kemudian berangsur mereda. Pada sebagian orang, proses adaptasi dapat berlangsung sekitar dua hingga empat minggu. Karena itu, munculnya keinginan merokok kembali bukan berarti upaya berhenti gagal. Kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari proses tubuh dan otak beradaptasi tanpa nikotin.
Merokok Berisiko bagi Kesehatan
Di luar ketergantungan nikotin, merokok juga berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan.
Kementerian Kesehatan mencatat merokok dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru, kerusakan gigi dan mulut, stroke, serangan jantung, tulang rapuh serta gangguan mata.
Paparan asap rokok juga tidak hanya berdampak pada perokok aktif, tetapi dapat membahayakan orang lain yang berada di sekitarnya.
Cara Menghadapi Keinginan Merokok
Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan ketika keinginan merokok muncul.
Kementerian Kesehatan menyarankan menghindari pemicu, mengalihkan perhatian dengan aktivitas lain, menunda keinginan merokok dan rutin melakukan aktivitas fisik.
Dukungan dari keluarga, teman atau tenaga kesehatan juga dapat membantu seseorang menjalani proses berhenti merokok.
Jika mengalami kesulitan, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan pendampingan yang sesuai.
Tubuh Mulai Pulih Setelah Berhenti
Berhenti merokok memberikan manfaat kesehatan yang dapat berlangsung secara bertahap.
Kementerian Kesehatan mencatat tekanan darah, denyut jantung dan aliran darah mulai membaik sekitar 20 menit setelah berhenti. Dalam beberapa hari, kadar nikotin dan karbon monoksida dalam tubuh juga menurun. Ayo Sehat
Dalam jangka lebih panjang, risiko berbagai penyakit juga terus menurun. CDC mencatat risiko penyakit jantung koroner dan beberapa jenis kanker dapat berkurang seiring lamanya seseorang tidak merokok.
Berhenti merokok karena itu bukan hanya soal meninggalkan kebiasaan, tetapi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki diri.
Bagi seseorang yang sedang berusaha berhenti, setiap hari tanpa rokok merupakan bagian dari proses menuju kondisi kesehatan yang lebih baik.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM


























Komentar