Kondisi ini mendorong Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., bersama Wali Kota Manado Andrei Angouw menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat setempat, Rabu (21/10/2026).
Bantuan tersebut menjadi upaya meringankan beban warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi sehari-hari. Sejumlah pejabat utama Polda Sulut, Kapolresta Manado, dan jajaran Bhayangkari turut mendampingi kegiatan tersebut.
Kapolda Sulut mengatakan, kekeringan berkepanjangan menyebabkan ketersediaan air di sumur warga semakin terbatas. Sebagian sumber air bahkan tercampur air laut sehingga tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
Berdasarkan hasil dialog dengan kepala lingkungan setempat, kondisi tanpa hujan telah berlangsung sekitar tiga bulan.
Untuk membantu masyarakat, Polda Sulut bersama Pemerintah Kota Manado mendistribusikan total 68.000 liter air bersih.
Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah penduduk dan kebutuhan air di lokasi terdampak.
Kapolda menjelaskan, ketersediaan tangki penampungan dengan kapasitas total 45.000 liter di lokasi diharapkan membantu memenuhi kebutuhan warga selama kurang lebih 10 hari ke depan, sesuai kondisi pemakaian.
Pasokan air bersih tersebut direncanakan disalurkan secara berkala agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau belum berakhir.
Sebelum bantuan diberikan, warga harus membeli air dari Manado dengan harga sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per galon. Biaya tersebut menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.
Melalui distribusi air bersih tanpa biaya ini, masyarakat diharapkan dapat menghemat pengeluaran sekaligus memperoleh akses air yang lebih mudah untuk kebutuhan sehari-hari.
Pengelola Resor Diajak Peduli Warga Kepulauan
Selain menyalurkan bantuan, Kapolda Sulut bersama Wali Kota Manado mengajak pengelola resor wisata di kawasan Bunaken Kepulauan untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kawasan tersebut dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang menarik wisatawan dari berbagai daerah dan negara. Karena itu, keterlibatan pelaku usaha pariwisata dinilai dapat memperkuat solidaritas dengan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Kapolda berharap kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan melalui bantuan air bersih, tetapi juga bentuk dukungan lain sesuai kebutuhan warga.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan dapat membantu menghadapi dampak kemarau secara bersama-sama.
Sementara itu, Wali Kota Manado Andrei Angouw mengapresiasi keterlibatan Polda Sulut dalam merespons keluhan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan meringankan beban warga kepulauan, terutama ketika biaya pemenuhan kebutuhan dasar meningkat akibat kekeringan.
Bagi warga Siladen dan Manado Tua, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan kebutuhan mendasar yang menentukan kesehatan dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM




























Komentar