Mahasiswa STIK-PTIK Bicara Masa Depan Polri di Era AI: Siap Dikritik dan Siap Bertransformasi

Kamis, 4 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Episode ketiga dialog mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) kembali menjadi ruang diskusi penting mengenai arah transformasi Polri di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Episode ketiga dialog mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) kembali menjadi ruang diskusi penting mengenai arah transformasi Polri di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Pilarportal.com, Jakarta — Episode ketiga dialog mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) kembali menjadi ruang diskusi penting mengenai arah transformasi Polri di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025, sesi ini berbeda karena para mahasiswa hadir sebagai pembicara utama, membawa perspektif baru tentang institusi kepolisian masa depan.

Kegiatan ini dipandang sebagai ruang latihan intelektual bagi calon pemimpin Polri dan bangsa yang harus siap menghadapi perubahan cepat di bidang teknologi, keamanan siber, serta dinamika sosial modern.

Polri Siap Menerima Kritik — dan Masyarakat Harus Siap Dikritik

Dosen Kepolisian Utama Tk. I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Drs. Bahagia Dachi, S.H., M.H., menegaskan bahwa Polri sedang bergerak menuju model institusi yang lebih terbuka dan adaptif.

“Pesan utamanya jelas. Polri siap menerima kritik dari masyarakat. Sebaliknya, masyarakat juga harus siap dikritik,” ujar Irjen Dachi.

Ia menjelaskan bahwa transformasi institusi kepolisian bertumpu pada tiga elemen utama: people, technology, dan process.

BACA JUGA  Brigjen Pol Awi Setiyono Resmi Jabat Wakapolda Sulut

Menurutnya, teknologi seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dapat dioptimalkan dengan sistem berbasis AI agar semakin mudah digunakan publik.

“Jika pembayaran bisa langsung via QR code atau notifikasi ETLE dikirim otomatis lewat WhatsApp, itu akan jauh lebih efisien. AI akan sangat membantu,” lanjutnya.

Ismail Fahmi: Paradigma Polisi Harus Berubah ke Pencegahan

Founder Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menyoroti bahwa era kepolisian modern tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga prediksi dan pencegahan.

Ia memuji keberanian mahasiswa Polri yang mulai menyampaikan evaluasi terhadap sistem lama.

“Kita selama ini terlalu fokus pada penegakan hukum, padahal ada pencegahan. AI dapat membantu — misalnya memprediksi titik rawan dari data ETLE atau CCTV. Jika masyarakat dapat feedback, itu membantu tugas kepolisian,” jelasnya.

GP Ansor: Penguasaan Teknologi Bukan Pilihan, Tapi Kewajiban

Perwakilan GP Ansor, Ahmad Luthfi, mengingatkan bahwa kemampuan memahami dan mengelola teknologi akan menjadi salah satu parameter kepemimpinan masa depan.

“Semua persoalan hari ini selalu berkaitan dengan teknologi. Siapa yang ingin menjadi pemimpin di masa depan, harus menguasainya,” tegasnya.

Generasi Baru Polri dan Tantangan Era Digital

Dialog ini menegaskan bahwa masa depan kepolisian Indonesia berada di tangan generasi muda yang melek digital, terbuka terhadap kritik, dan adaptif terhadap perubahan teknologi.

BACA JUGA  Brigjen Pol Awi Setiyono Resmi Jabat Wakapolda Sulut

Melalui kontribusi pemikiran dari Irjen Pol Bahagia Dachi, Ismail Fahmi, dan Ahmad Luthfi, forum ini memperlihatkan arah transformasi Polri yang semakin kolaboratif, modern, dan berbasis teknologi.

Berita Terkait

Apresiasi Kinerja Personel, Wakapolda Sulut Kunjungi Polres Minahasa
Wakapolda Sulut Bersama Kapolres Tomohon Tinjau Pasar Beriman, Sapa Warga
Kapolri dan Dirjen Imigrasi Perketat Pengawasan Buronan Internasional Lewat Sistem I-GHAS 24/7
Purnawirawan Polri Beri Tujuh Pesan kepada Kapolri, Ini Isinya
Polri Luncurkan I-GHAS 24/7, Buronan Internasional Lebih Mudah Terdeteksi
Polda Sulut Permudah Ojol Urus SIM
Diiming-imingi Kerja Jadi LC, 5 Orang Diamankan Polisi di Pelabuhan Bitung
Lurah Bahu Ivan Pepah Dampingi Kapolda Sulut Serap Aspirasi Masyarakat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:37

Apresiasi Kinerja Personel, Wakapolda Sulut Kunjungi Polres Minahasa

Sabtu, 7 November 2026 - 12:57

Wakapolda Sulut Bersama Kapolres Tomohon Tinjau Pasar Beriman, Sapa Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:45

Kapolri dan Dirjen Imigrasi Perketat Pengawasan Buronan Internasional Lewat Sistem I-GHAS 24/7

Kamis, 5 November 2026 - 19:23

Polri Luncurkan I-GHAS 24/7, Buronan Internasional Lebih Mudah Terdeteksi

Kamis, 5 November 2026 - 18:17

Polda Sulut Permudah Ojol Urus SIM

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!