Polda Sulut Ungkap Penyelundupan 16 Kg Emas, 2 WNA Jadi Tersangka

Sabtu, 5 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANADO, Pilarportal.com – Polda Sulawesi Utara mengungkap dugaan penyelundupan emas batangan yang melibatkan dua warga negara asing (WNA) asal China.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Ruang Tribrata Polda Sulut, Sabtu (5/9/2026).

Kasus ini bermula dari informasi mengenai dua WNA yang diduga membawa emas batangan dari Manado dengan tujuan Singapura dan selanjutnya menuju Hong Kong.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Sulut kemudian berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk melakukan pengawasan terhadap keberangkatan penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Melalui pemeriksaan menggunakan X-ray, petugas menemukan sejumlah kepingan emas yang disimpan di dalam koper milik kedua WNA tersebut.

Sebanyak 16 keping emas batangan diamankan sebagai barang bukti. Rinciannya, 10 keping memiliki logo dan 6 keping lainnya tanpa logo.

Untuk menyamarkan barang tersebut, emas disimpan di dalam koper dan dibungkus menggunakan lakban berwarna hitam.

Dirkrimum Polda Sulut Kombes Pol Suryadi mengatakan pengungkapan berawal dari informasi yang diterima anggota terkait dugaan pengangkutan emas batangan tanpa izin.

BACA JUGA  Dibawah Guyuran Hujan, Kapolda Sulut Lantik 261 Bintara Remaja

“Anggota kami mendapat informasi ada dua WNA membawa emas batangan yang tidak ada izin. Sebelumnya kami juga sudah berkoordinasi dengan Ditkrimsus,” ujar Suryadi.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua WNA beserta emas batangan yang dibawa. Selain itu, dua orang yang diduga membantu aktivitas tersebut turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Diduga Jaringan Internasional
Dirkrimsus Polda Sulut Kombes Pol Winardi Prabowo mengatakan kedua WNA diduga mengangkut emas yang bermasalah secara hukum dengan menggunakan modus penyamaran.

Menurutnya, penyidik menemukan adanya indikasi keterkaitan dengan jaringan internasional yang mengarah ke Hong Kong.

“Patut diduga mereka adalah jaringan internasional. Keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kasus ini masih kami kembangkan dengan melibatkan para ahli,” jelas Winardi.

Hasil pemeriksaan sementara juga mengungkap salah satu WNA tersebut telah tujuh kali masuk ke Indonesia dan dua kali masuk ke Manado.

Namun, kepada penyidik, kedua tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aktivitas penyelundupan emas.

Polda Sulut masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui asal-usul emas, tujuan pengiriman, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

BACA JUGA  Kapolda Roycke Langie Pimpin Bakti Kesehatan Massal di Manado

Keberangkatan ke Singapura Dicegah

Plt Kakanim Manado Novly Momongan, mengatakan kedua WNA tersebut diketahui akan berangkat dari Manado menuju Singapura.

Setelah menerima informasi mengenai dugaan kasus tersebut, pihak Imigrasi melakukan pencegahan dan membatalkan keberangkatan keduanya.

“Keduanya menggunakan visa bisnis multipel,” ujar Novly.

Sementara itu, perwakilan Bea Cukai Manado, Handoko, mengatakan pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur kepabeanan, khususnya terhadap aktivitas ekspor logam mulia.

“Kami melakukan pemeriksaan kepabeanan, terutama ekspor logam mulia. Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan yang ada,” katanya.

Polda Sulawesi Utara bersama Bea Cukai dan Imigrasi kini terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Penyidik juga melibatkan sejumlah ahli untuk memastikan status dan asal-usul 16 keping emas yang diamankan serta menelusuri dugaan jaringan internasional di balik pengiriman tersebut.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Kapolri dan Ketua MA Perkuat Koordinasi Penegakan Hukum
Kombes Endrastiawan Pimpin Humas Polda Sulut
Kapolri Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan, Fokus pada Kepastian Hukum
Kebakaran Hutan Gunung Lokon, Polres Tomohon Perkuat Penanganan
Polres Talaud PTDH Tiga Anggota Polri, Kapolres Tegaskan Disiplin
24 Penyidik Pengungkap Penyelundupan Emas dan Atlet Hapkido Diguyur Penghargaan
Kapolda Sulut Tegas, Personel Dipecat karena Berbagai Pelanggaran
Polda Sulut Tertibkan Tambang Emas Ilegal di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:40

Kapolri dan Ketua MA Perkuat Koordinasi Penegakan Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:08

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan, Fokus pada Kepastian Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:03

Kebakaran Hutan Gunung Lokon, Polres Tomohon Perkuat Penanganan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:54

Polres Talaud PTDH Tiga Anggota Polri, Kapolres Tegaskan Disiplin

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:52

24 Penyidik Pengungkap Penyelundupan Emas dan Atlet Hapkido Diguyur Penghargaan

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!