MANADO, Pilarportal.com – Keselamatan pekerja menjadi prioritas utama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo).
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Safety Alignment With Leader yang digelar serentak di seluruh unit pelaksana, baik secara langsung maupun daring (hybrid), Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah PLN untuk memastikan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak sekadar menjadi aturan tertulis, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas operasional hingga ke petugas paling depan.
Dipimpin langsung General Manager PLN UID Suluttenggo, Wahyu Prasetyo, kegiatan tersebut melibatkan jajaran manajemen, pegawai, hingga mitra kerja PLN.
Sejumlah agenda dilakukan, mulai dari apel gelar pasukan dan peralatan kerja, pemeriksaan kelayakan Alat Pelindung Diri (APD), hingga peer-to-peer check untuk memastikan setiap personel dan perlengkapan kerja memenuhi standar keselamatan.
Dalam arahannya, Wahyu menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan prinsip mutlak yang tidak boleh dikompromikan, sekalipun dalam kondisi tuntutan pelayanan kelistrikan yang tinggi.
“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap pekerjaan. Saya menegaskan kepada seluruh insan PLN UID Suluttenggo untuk disiplin menjalankan prosedur, mengendalikan risiko, dan berani menghentikan pekerjaan yang tidak aman. Tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia. Listrik harus tetap andal, dan setiap pekerja harus pulang dengan selamat,” tegas Wahyu.
Menurutnya, membangun budaya keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas K3, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pimpinan.
Para pemimpin di setiap tingkatan harus hadir langsung di lapangan, memastikan kesiapan peralatan, mengawasi pelaksanaan prosedur, sekaligus membangun kepedulian antarsesama pekerja melalui prinsip saling peduli dan saling melindungi.
PLN UID Suluttenggo juga memperkuat empat pilar utama budaya K3.
Pertama, kepemimpinan dan komitmen nyata dalam memastikan standar keselamatan menjadi kebiasaan kerja.
Kedua, pencegahan risiko melalui identifikasi potensi bahaya sebelum pekerjaan dimulai.
Ketiga, kelayakan peralatan dengan memastikan seluruh perlengkapan kerja dan APD berada dalam kondisi baik serta memenuhi standar keamanan.
Keempat, kepedulian bersama dengan membangun kebiasaan saling mengingatkan dan melindungi selama menjalankan tugas.
Salah satu langkah penting dalam kegiatan ini adalah pemeriksaan silang atau peer-to-peer check. Metode tersebut memungkinkan setiap petugas saling memeriksa kesiapan personel dan peralatan untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini.
Pengawasan ini juga diperkuat hingga Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan Unit Layanan Pelanggan (ULP), khususnya bagi petugas pelayanan teknik yang berhadapan langsung dengan risiko pekerjaan kelistrikan.
Melalui penguatan budaya K3 secara konsisten, PLN UID Suluttenggo menargetkan terciptanya lingkungan kerja yang aman sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Bagi PLN, keberhasilan pelayanan bukan hanya diukur dari listrik yang tetap menyala, tetapi juga dari keselamatan setiap pekerja yang menjalankan tugas.
Prinsip Operational Excellence dengan semangat zero accident pun terus menjadi landasan dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.
Penulis : Roos Yunita
Editor : Roos Yunita

Komentar Batalkan balasan