Danrem 131/Stg Tinjau Lokasi Banjir Siau dan Pimpin Rakor Penanganan

Pilarportal.com, SITARO — Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, S.H., M.H. melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi bencana alam banjir bandang serta tempat pengungsian warga di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.20 Wita dengan keberangkatan Danrem dari Hotel Jakarta menuju Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.

Setibanya di lokasi pada pukul 07.30 Wita, Danrem meninjau dampak bencana sebelum melanjutkan perjalanan ke Kampung Batusenggo, Kecamatan Siau Barat Selatan.

Peninjauan dilanjutkan ke Kampung Laghaeng dan Kampung Peling, Kecamatan Siau Barat, untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur, permukiman warga, serta titik-titik terdampak paling parah akibat banjir bandang.

Usai peninjauan lapangan, Brigjen TNI Martin Turnip menuju Kantor Bupati Kepulauan Sitaro dan tiba pada pukul 10.45 Wita. Setelah coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi penanganan pascabencana yang digelar pukul 11.40 Wita.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Inggrid Kalangit, S.KM, dan dihadiri unsur Forkopimda serta instansi terkait, di antaranya Dandim 1301/Sangihe,

BACA JUGA  Prajurit dan PNS Korem 131 Terima Bingkisan Natal dari Danrem

Kapolres Kepulauan Sitaro, Kejaksaan Negeri Sitaro, Sekda Sitaro, perwakilan Basarnas, PLN UP3 Tahuna, serta para camat dan kepala OPD.

Dalam paparannya, Bupati Chyntia Kalangit menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini fokus pada penyamaan data kebencanaan.

Bupati mengungkapkan terdapat lima lokasi dengan dampak paling parah, dengan jumlah korban tercatat 17 orang meninggal dunia dan dua orang masih dinyatakan hilang serta dalam proses pencarian.

“Untuk logistik, masih ada beberapa wilayah yang sebelumnya belum tersentuh dan hari ini sudah mulai kami distribusikan,” ujar Bupati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E. atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat terdampak.

Sementara itu, Brigjen TNI Martin Turnip menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang dipimpin Gubernur Sulut.

Ia menyatakan TNI siap membantu dan mengoordinasikan seluruh unsur dalam penanganan pascabencana.

“Prioritas utama adalah membuka kembali akses jalan dan jembatan yang terputus, serta memaksimalkan penempatan personel TNI-Polri dan instansi terkait di titik-titik bencana,” tegasnya.

BACA JUGA  Danrem 131/Stg Hadiri Paripurna DPRD Sulut, Ranperda APBD 2026 Resmi Disampaikan

Danrem juga menyampaikan bahwa masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, terhitung sejak 5 hingga 19 Januari 2026.

Alat berat akan difokuskan pada lokasi dengan tingkat kerusakan berat, sementara PLN dijadwalkan melanjutkan pekerjaan pemulihan jaringan listrik dan memberikan bantuan mesin genset.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi, data sementara dampak bencana di wilayah Siau meliputi 30 rumah hilang, 52 rusak berat, 29 rusak sedang, dan 89 rusak ringan.

Jumlah pengungsi tercatat 691 jiwa, termasuk yang tinggal di rumah keluarga.

Selain itu, tercatat kerusakan pada kantor Polres Sitaro, satu kios, dan tiga unit sekolah.

Penanganan bencana didukung oleh sejumlah alat berat, di antaranya lima unit excavator dan tiga unit loader milik Pemda, BWS, serta Balai Jalan.

Personel gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait saat ini telah mendirikan posko utama, posko kesehatan, dan dapur lapangan di wilayah Siau, serta terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.45 Wita dan berlangsung dengan aman serta lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *