MANADO, Pilarportal.com – Membangun keamanan tidak selalu harus dimulai dari ruang formal. Kedekatan, komunikasi, dan kebersamaan dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Semangat tersebut terlihat dalam program Minggu Kasih Polda Sulawesi Utara yang kali ini dilaksanakan bersama jemaat Gereja Mawar Sharon Manado, Minggu (8/11/2026).
Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Susetio Cahyadi, S.I.K., M.H., M.M., bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut yang beragama Kristen, hadir dan mengikuti ibadah bersama jemaat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat, yang mengedepankan pendekatan humanis serta memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui Minggu Kasih, Polri tidak hanya membangun silaturahmi, tetapi juga membuka ruang komunikasi untuk mendengarkan aspirasi, masukan, dan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo mengatakan, program tersebut menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan emosional antara anggota Polri dan masyarakat.
“Melalui program Minggu Kasih, Polri ingin semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran anggota Polri dalam kegiatan ibadah bukan hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga membangun komunikasi dan memperkuat kebersamaan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Endrastiawan.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut personel Polri juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengajak jemaat untuk berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, terciptanya situasi yang aman membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi, kerukunan antarumat beragama, serta segera menyampaikan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas,” tambahnya.
Kehadiran jajaran Polda Sulut dalam kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi tanpa sekat dengan masyarakat.
Melalui pendekatan yang humanis, Polri berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan penuh toleransi di Sulawesi Utara.
Sebab, keamanan bukan hanya tentang mencegah gangguan, tetapi juga membangun rasa saling percaya dan kepedulian di tengah kehidupan bermasyarakat.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

Komentar Batalkan balasan