Tolitoli, Pilarportal.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tolitoli melalui Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) menggelar edukasi pembuatan dan pemanfaatan eco-enzyme yang dirangkaikan dengan promosi layanan digital PLN kepada masyarakat di Kelurahan Nalu, Kabupaten Tolitoli.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Jalasenastri Tolitoli dan Pemerintah Kelurahan Nalu tersebut menjadi bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta komitmen PLN dalam mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian PLN terhadap pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pengelolaan sampah organik melalui eco-enzyme menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa PLN tidak hanya menghadirkan listrik bagi masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan edukasi dan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan serta kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Usman.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya perempuan dan ibu rumah tangga, memiliki peran penting dalam menciptakan budaya pengelolaan sampah yang lebih baik dan ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai proses pembuatan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sisa sayuran. Hasil fermentasi eco-enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, cairan pembersih ramah lingkungan, disinfektan alami hingga membantu menjaga kualitas air di lingkungan sekitar.
Ketua PIKK PLN UP3 Tolitoli menjelaskan bahwa program ini juga bertujuan mendorong terciptanya ekonomi sirkular berbasis rumah tangga melalui pemanfaatan limbah organik yang sebelumnya tidak bernilai.
“Melalui edukasi ini kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik. Jika dikelola dengan baik, limbah rumah tangga dapat menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Selain edukasi lingkungan, PLN juga menghadirkan showcase layanan dan produk unggulan untuk memperkenalkan transformasi layanan berbasis digital kepada masyarakat.
Petugas PLN memberikan pendampingan langsung kepada peserta mengenai penggunaan aplikasi PLN Mobile yang kini menjadi pusat layanan kelistrikan terintegrasi.
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melakukan pembelian token listrik, pembayaran tagihan, pengajuan pasang baru, tambah daya, hingga pelaporan gangguan secara cepat dan praktis.
Manager PLN UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara PLN dan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman pelanggan terhadap berbagai layanan digital yang telah disediakan.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya mendapatkan edukasi lingkungan, tetapi juga memahami berbagai kemudahan layanan PLN yang kini dapat diakses melalui PLN Mobile,” ujar Icuk.
PLN berharap kegiatan kolaboratif ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong pemanfaatan layanan digital untuk mendukung kehidupan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui program TJSL yang berkelanjutan, PLN terus berkomitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang berdampak positif bagi pembangunan daerah.
Penulis : Roos Yunita
Editor : Roos Yunita

Komentar Batalkan balasan