Presiden Prabowo: BRICS Harus Perkuat Suara Global South Tentukan Masa Depan Dunia

Senin, 14 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden dalam sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Minggu, 13 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden dalam sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Minggu, 13 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

NEW DELHI, Pilarportal.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat suara negara-negara Global South dalam menentukan arah pembangunan dan tatanan dunia.

Menurut Prabowo, BRICS memiliki posisi strategis untuk menyatukan sekaligus memperkuat suara negara-negara berkembang.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sesi terbuka KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Prabowo mengatakan, negara-negara Global South perlu memiliki peran lebih besar dalam menentukan masa depan dunia.

“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” ujar Prabowo.

Prabowo Soroti Target Agenda 2030

Prabowo juga menyoroti target Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam empat tahun mendatang, masyarakat internasional akan memasuki 2030 sebagai batas waktu pencapaian berbagai target pembangunan berkelanjutan.

Menurut Prabowo, negara-negara dunia telah menyepakati berbagai komitmen untuk mengentaskan kemiskinan.

Komitmen tersebut juga mencakup upaya melindungi lingkungan dan membangun institusi yang lebih kuat.

BACA JUGA  Prabowo Beri Taklimat ke 1.095 Pasis TNI-Polri di Seskoad

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” tegasnya.

Global South Harus Punya Peran Lebih Besar

Prabowo menilai Agenda 2030 tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian target pembangunan dalam periode tertentu.

Lebih dari itu, agenda tersebut harus menjadi bagian dari upaya menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang lebih kuat dalam tatanan global.

“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” kata Prabowo.

Karena itu, Presiden menilai suara negara-negara Global South sudah semestinya mendapat ruang lebih besar.

“Sudah sewajarnya suara negara-negara Global South didengar, tidak hanya dalam mempercepat pelaksanaan agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah masa depan setelahnya,” tandasnya.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Sumber Berita: BPMI Setpres

Berita Terkait

Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Hadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi
Prabowo Terima Dubes AS di Hambalang, Bahas Kerja Sama Strategis
Kapolri Perintahkan Jajaran Siaga Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau
Presiden Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Bahas Hubungan Strategis Indonesia-Rusia
Presiden Prabowo Minta Laporan Terbaru Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Puluhan Ribu Warga Hadir
Presiden Prabowo Disambut Ribuan Warga Jombang Jelang Muktamar ke-35 NU
Ekonomi Global Diproyeksi Bangkit pada 2027, Menkeu Ungkap Kekuatan Ekonomi Indonesia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:02

Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Hadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi

Senin, 7 September 2026 - 07:44

Prabowo Terima Dubes AS di Hambalang, Bahas Kerja Sama Strategis

Senin, 7 September 2026 - 06:21

Kapolri Perintahkan Jajaran Siaga Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 08:25

Presiden Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Bahas Hubungan Strategis Indonesia-Rusia

Kamis, 3 September 2026 - 07:32

Presiden Prabowo Minta Laporan Terbaru Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Berita Terbaru