PLN UID Suluttenggo Kembangkan Budidaya Spirulina di Minut, Dorong Ekonomi Warga Lewat Electrifying Agriculture

Kamis, 16 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

MANADO, Pilarportal.comPT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Komitmen tersebut diwujudkan lewat pelatihan budidaya, pengolahan, hingga pemasaran spirulina yang digelar di Desa Tarabitan, Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (15/7/2026).

Program ini mengusung konsep Electrifying Agriculture, yakni pemanfaatan energi listrik untuk mendukung sektor pertanian modern sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat desa.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan program TJSL PLN kini diarahkan untuk menciptakan nilai bersama atau Creating Shared Value (CSV) yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, budidaya spirulina memiliki prospek besar sebagai komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“PLN memastikan keandalan pasokan listrik agar proses budidaya berjalan optimal. Kami ingin listrik tidak hanya menerangi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat,” ujar Usman.

Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penyediaan energi yang bersih dan mendukung pembangunan ekonomi lokal.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai teknik budidaya spirulina, pengolahan hasil panen menjadi produk siap jual, hingga strategi pemasaran digital.

Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kelompok usaha sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua Forum IKM-UMKM Kota Manado, Santje Pontoh, yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu mengatakan spirulina merupakan salah satu superfood yang memiliki permintaan pasar cukup tinggi.

Ia menilai peluang usaha spirulina akan semakin besar apabila dikelola dengan standar produksi yang baik, kemasan menarik, serta strategi pemasaran yang tepat.

“Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara membudidayakan spirulina, tetapi juga bagaimana menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi,” katanya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menegaskan PLN akan terus melakukan pendampingan agar program tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Menurutnya, pelatihan hanyalah langkah awal dalam membangun ekosistem usaha berbasis energi listrik yang berkelanjutan di Desa Tarabitan.

“PLN berkomitmen mendampingi kelompok hingga benar-benar mandiri. Harapannya, pemanfaatan listrik secara produktif mampu melahirkan usaha baru yang meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Revi.

Ketua Kelompok Spirulina Farm Desa Tarabitan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN melalui bantuan, pelatihan, dan pendampingan.

Ia mengaku kehadiran listrik yang andal membuat proses budidaya menjadi lebih stabil dan efisien sehingga kelompok semakin optimistis mengembangkan usaha spirulina.

Melalui kolaborasi antara PLN, praktisi, akademisi, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi percontohan pengembangan pangan lokal berbasis energi bersih di Sulawesi Utara.

PLN juga menegaskan akan terus menghadirkan program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan ketahanan pangan, serta penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Penulis : Roos Yunita

Editor : Roos Yunita

Berita Terkait

PLN UP3 Palu Dukung Digitalisasi Pendidikan, Serahkan Komputer dan Proyektor ke SMAN 2 Palu
Panen Raya 50 Hektare di Tapadaka Timur, Pangdam Soroti Kesejahteraan Petani
YBM PLN UP3 Gorontalo Santuni 50 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Program Muharram Berkah 1448 H
Program TJSL PLN Ubah TPA Kawatuna Jadi Sumber Penghasilan Warga
GM PLN UID Suluttenggo dan Kajati Gorontalo Bahas Program Strategis Kelistrikan
PLN UP3 Kotamobagu Salurkan Program TJSL, Dorong Pemulihan dan Ekonomi Desa
PLN UP3 Gorontalo Tambah Daya 1.385 kVA untuk Industri Ekspor di Pohuwato
PLN UP3 Tolitoli Bekali 50 Petugas Tingkatkan Layanan Kelistrikan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:06

PLN UP3 Palu Dukung Digitalisasi Pendidikan, Serahkan Komputer dan Proyektor ke SMAN 2 Palu

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:56

PLN UID Suluttenggo Kembangkan Budidaya Spirulina di Minut, Dorong Ekonomi Warga Lewat Electrifying Agriculture

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:25

Panen Raya 50 Hektare di Tapadaka Timur, Pangdam Soroti Kesejahteraan Petani

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:39

YBM PLN UP3 Gorontalo Santuni 50 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Program Muharram Berkah 1448 H

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:16

Program TJSL PLN Ubah TPA Kawatuna Jadi Sumber Penghasilan Warga

Berita Terbaru