Pilarportal.com – Minahasa – Figur perempuan Minahasa Susi Fiane Sigar, Jumat pagi (16/8/2024) mendadak mampir dan membersihkan Tugu Pers Mendur Kawangkoan, di Kelurahan Talikuran Kecamatan Kawangkoan Utara.
Didampingi saudara kandung Rina Sigar yang sebelumnya sebagai Pimpinan Cabang Bank SulutGo dan sejumlah tim langsung melakukan bakti sosial.
Susi Fiane Sigar menyumbabgkan cat dan peralatan lainnya untuk mempercepat pembenahan (pengecatan) Tugu Pers Mendur Kawangkoan ini, berhubung besok, Sabtu (17/8/2024) adalah peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia.
Saya datang ke tempat ini dalam kapasitas sebagai sesama orang Minahasa, setidaknya untuk memberikan penghormatan kepada dua kakak beradik Alex Mendur dan Frans Soemarto Mendur.
“Dari cerita yang saya dengar bahwa Alex Mendur dan Frans Mendur adalah wartawan foto kepercayaan dari Presiden Soekarno. Bahkan, mereka jugalah yang mengabadikan detik-detik Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia,” ungkap Susi Sigar.
Ditambahkan pengusaha Nasional ini, bahwa apa yang disumbangkannya itu mungkin tidak seberapa, tapi yang paling utama yaitu sejauh mana kita memberikan penghormatan kepada dua sosok yang sangat berjasa bagi kemerdekaan Indonesia.
“Kita orang Minahasa sepantasnya berbangga terhadap Alex Mendur dan Frans Soemarto Mendur, karena yang berhasil mengabadikan momen pembacaan teks Proklamasi dan peristiwa bersejarah lainnya di Indonesia adalah orang Kawangkoan, Kabupaten Minahasa,” ujar Susi Sigar.
Pada bagian lain, Ketua Tim Susi Sigar, Robert Raranta mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya pelestarian nilai-nilai sejarah bangsa Indonesia, termasuk Tugu Pers Mendur Kawangkoan ini.
Sementara itu pengelola Tugu dan Galeri Pers Mendur Piere Mendur menyampaikan terima kasih kepada Ibu Susi Sigar dan tim yang telah berdonasi untuk membenahi Tugu Pers Mendur Kawangkoan.
“Sangat jarang ada yang seperti Ibu Susi Sigar dan saya memberikan apresiasi atas aksi spontan ini. Semoga kepedulian seperti ini dapat memberikan inspirasi kepada banyak orang, sehingga semakin banyak hal yang diperhatikan untuk dilestarikan,” ujar Piere Mendur.
(*)
