Pilarportal.com, Minsel – Menginjak bulan ke-15 kepemimpinan Bupati Frangky Donny Wongkar SH dan Wabup Purn Brigjen Theodorus Kawatu SIP, isu roling pejabat dijajaran Pemkab Minsel semakin mengkristal.
Isu roling pejabat di lingkungan Pemerintah pemkab semakin memanas, dan sedang berhembus kencang seiring dengan sudah dilantiknya sejumlah pejabat Kabupaten/kota lain di Sulut.
Dinamika politik birokrasi ini seringkali memicu fenomena manuver oknum pegawai yang hanya Asal Bapak Senang (ABS) yang dinilai sekadar mencari muka agar posisi mereka aman atau mendapat promosi dari pimpinan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinamika rolling atau pelantikan pejabat yang rencana akan digelar pekan ini di kepemimpinan FDW-TK semakin membuat pejabat ketar-ketir,
Bocoran dari sumber resmi dimana pelaksanaan pelantikan Kepala SKPD dijajaran Pemkab Minsel akan segera dilakukan, mengingat ada sejumlah posisi yang sudah menginjak usia pensiun dan ada SKPD yang dijabat oleh PLt.
” Tunggu saja yang pasti pekan ini akan dilakukan rotasi atau roling pejabat dan posisi yang akan bergeser itu sudah dikaji oleh baperjakat Minsel.” Kata sumber resmi ini.
Sementara tokoh masyarakat Minsel dan juga salah satu pejuang Minsel Tonny Rengkung meminta kepada Bupati dan wakil Bupati Minsel, supaya tidak mengakomodir para pejabat yang ABS, dimuka pimpinan terlihat mendukung progran pemerintah, tapi dibelakang bertujuan menjatuhkan pimpinan.
Pejabat ABS sebaiknya pangkas dari jabatanya, masukan ke pos yang tidak mengelolah anggaran supaya ada efek jerah bagi oknum tersebut. Karena Organisasi pemerintah Daerah harus mendukung penuh program Bupati dan Wakil bupati untuk pembangunan kedepan.
Mentalitas Asal Bapak Senang praktik ini menjadi tantangan klasik di instansi pemerintah di mana oknum PNS atau Pejabat yang lebih mementingkan pencitraan, loyalitas buta, dan menjilat atasan ketimbang menunjukkan dedikasi kerja dan inovasi pelayanan publik yang nyata.
Rengkung neminta adanya Evaluasi Kinerja Bupati dan Wabup Minsel secara konsisten menekankan pentingnya komitmen nyata, profesionalisme, dan akuntabilitas dari para bawahannya. Pejabat yang hanya mengandalkan pendekatan cari muka sebaiknya dievaluasi dan digeser.
Ditambahkan Rengkung ditengah pemerintah terus mendorong PNS atau pejabat harus fokus memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat, setidaknya krpala OPD bukan menunjukan kesombongan dan kegoisan parahnya lagi Kepala OPD bersifat Asal Bapak Senang . (Hanny)
Penulis : Hanny Pantow
Editor : Hanny Pantow























Komentar