Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Danantara dan PLN Jadi Penggerak Energi Terbarukan

Pilarportal.com,  Jakarta, 19 November 2025 — Dewan Pakar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI)Bambang Praptono, mengapresiasi capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai berhasil menata ulang arsitektur ekonomi nasional melalui berbagai langkah strategis, termasuk pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Menurut Bambang, keberadaan Danantara sebagai super holding investasi nasional menjadi terobosan penting untuk memperkuat fondasi ekonomi berbasis industri dan energi bersih.

Ia menilai lembaga ini akan berperan besar dalam mengakselerasi pengembangan energi terbarukan dan hilirisasi industri di Indonesia.

“Danantara diproyeksikan mengelola aset hingga 900 miliar dolar AS, dengan pendanaan awal sekitar 20 miliar dolar AS. Dana tersebut diarahkan untuk membiayai proyek-proyek berdampak tinggi, terutama di sektor energi hijau dan hilirisasi industri,” ujar Bambang, Sabtu (9/11).

Lebih lanjut, Bambang menilai integrasi PT PLN (Persero) ke dalam struktur Danantara menjadi sinyal kuat dari komitmen pemerintah terhadap kemandirian energi dan percepatan transisi menuju energi bersih.

“Keputusan memasukkan PLN dalam ekosistem Danantara bukan sekadar perombakan struktur kelembagaan, tetapi strategi terpadu untuk mengatasi tantangan klasik PLN dan mempercepat agenda nasional di sektor energi,” jelasnya.

Akselerasi Pendanaan dan Efisiensi Energi

Bambang menuturkan, dengan total aset PLN mencapai Rp1.691 triliun pada semester I 2024, peran Danantara akan sangat penting sebagai jembatan investasi dan pendanaan proyek berkelanjutan.

“Danantara akan menjadi motor pendanaan bagi proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT) yang membutuhkan modal besar. Dengan begitu, pembiayaan tidak membebani APBN secara langsung,” ujarnya.

Selain pendanaan, sinergi ini juga membuka peluang diversifikasi usaha dan efisiensi manajemen aset bagi PLN.

Dengan dukungan platform investasi nasional, PLN diharapkan mampu menata kembali neraca keuangannya dan memperluas bisnis di luar sektor ketenagalistrikan konvensional.

Dukungan Bagi Proyek EBT dan Hilirisasi

Bambang juga mengapresiasi fokus Danantara dan PLN dalam setahun terakhir yang menitikberatkan pada investasi berdampak tinggi.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, Danantara memprioritaskan proyek yang menciptakan nilai tambah besar, terutama untuk mempercepat transisi energi. Ini termasuk dukungan untuk manufaktur canggih dan industri hilir yang memerlukan pasokan energi bersih,” ungkapnya.

Ia menyebut, Danantara juga telah mulai menyalurkan pendanaan awal untuk proyek-proyek ketenagalistrikan berbasis energi bersih, seperti PLTA, PLTP, dan PLTS, yang menjadi bagian dari roadmap transisi energi nasional.

Menuju Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi

Bambang menambahkan, peningkatan kinerja PLN sepanjang tahun 2024 turut menunjukkan dampak positif dari strategi ini. Jumlah pelanggan PLN tumbuh hingga 91,1 juta pelanggan pada pertengahan 2024.

“Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan peningkatan layanan, tetapi juga menjadi penopang utama target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara Danantara dan PLN merupakan langkah transformatif dalam menempatkan investasi aset negara sebagai penggerak utama transisi energi nasional.

“Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam membangun fondasi energi bersih, kemandirian nasional, dan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Bambang.