Meutya Hafid: Kerja Jurnalistik Harus Dihormati di Tengah Konflik Gaza

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:39 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid

JAKARTA, Pilarportal.comMenkomdigi Meutya Hafid mengecam tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.

Pemerintah Indonesia saat ini terus memantau perkembangan situasi serta memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut.

Meutya Hafid mengatakan, Kemkomdigi mendukung langkah diplomatik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk memastikan keselamatan seluruh WNI dalam rombongan Global Sumud Flotilla 2.0.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” ujar Meutya Hafid, Selasa (19/5/2026).

Dalam rombongan misi kemanusiaan itu terdapat sejumlah jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Menkomdigi mengaku prihatin atas kondisi para jurnalis Indonesia yang berada di wilayah konflik. Ia menegaskan keselamatan insan pers harus menjadi perhatian utama dalam situasi kemanusiaan seperti saat ini.

“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza,” ungkapnya.

Menurut Meutya, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada publik dunia. Karena itu, kerja jurnalistik harus dihormati dan diberikan ruang aman di tengah konflik.

Berdasarkan informasi dari Kemlu RI, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan dilaporkan ditahan. Beberapa kapal yang disebut antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis Indonesia masih belum dapat dihubungi. Status awak kapal juga belum diketahui secara pasti.

Kemlu RI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah perlindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan.

Pemerintah Indonesia berharap seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan dalam misi tersebut dapat segera diketahui kondisinya dan kembali dalam keadaan selamat.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” pungkas Menkomdigi.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)

Editor : Yudi Mintalangi

Berita Terkait

Jasa Raharja Gandeng Korlantas dan Komunitas Driver Perkuat Budaya Keselamatan Lalu Lintas
Kemnaker Gandeng Unpad Perkuat SDM Unggul dan Link and Match Dunia Kerja
Program Istana untuk Anak Sekolah 2026, Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Belajar Langsung di Istana Kepresidenan
Menkomdigi: Keselamatan Jurnalis di Tengah Konflik Harus Jadi Prioritas
Inkanas dan KemenPPPA Kolaborasi Bangun Ketangguhan Perempuan dan Anak
Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Jadi Tonggak Penguatan Pertahanan Indonesia
Presiden Prabowo Serahkan Jet Rafale dan Alutsista Strategis untuk Perkuat Pertahanan TNI
Hoaks! Foto Raja Salman Serahkan Bantuan Rp100 Miliar kepada Menkeu Purbaya Ternyata Hasil AI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:39 WITA

Meutya Hafid: Kerja Jurnalistik Harus Dihormati di Tengah Konflik Gaza

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:58 WITA

Jasa Raharja Gandeng Korlantas dan Komunitas Driver Perkuat Budaya Keselamatan Lalu Lintas

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:29 WITA

Kemnaker Gandeng Unpad Perkuat SDM Unggul dan Link and Match Dunia Kerja

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:36 WITA

Program Istana untuk Anak Sekolah 2026, Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Belajar Langsung di Istana Kepresidenan

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:29 WITA

Menkomdigi: Keselamatan Jurnalis di Tengah Konflik Harus Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Exit mobile version