PALU, Pilarportal.com – Ketersediaan listrik menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pembangunan hunian yang layak dan siap ditempati masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, PLN UP3 Palu memperkuat koordinasi dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Tengah serta Bank BTN Cabang Palu.
Kolaborasi ketiga pihak ini diarahkan untuk mendukung percepatan penyediaan hunian sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan di kawasan perumahan yang dikembangkan di Sulawesi Tengah.
Pertemuan yang berlangsung di Palu pada Selasa (20/10/2026) tersebut menjadi wadah untuk menyelaraskan kebutuhan pengembang, dukungan pembiayaan perumahan, dan kesiapan layanan listrik.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah, terutama dalam mendorong tersedianya hunian yang layak dan didukung infrastruktur dasar.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Wahyu Prasetyo, mengatakan PLN berupaya memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak agar kebutuhan listrik dapat direncanakan sejak awal pembangunan perumahan.
Menurutnya, perencanaan yang terintegrasi membantu pengembang memperoleh kepastian mengenai kesiapan jaringan dan proses penyambungan listrik bagi calon penghuni.
“PLN berkomitmen untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia tenaga listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi para pengembang dan lembaga keuangan. Melalui sinergi bersama APERSI dan Bank BTN, kami ingin memastikan bahwa setiap kawasan perumahan yang dibangun di Sulawesi Tengah dapat langsung menikmati akses listrik yang andal, aman, dan memadai sejak awal penyerahan unit kepada masyarakat,” ujar Wahyu.
Dalam kerja sama tersebut, koordinasi mencakup pemetaan kebutuhan daya, pemeriksaan kesiapan jaringan di lokasi pembangunan, serta penyesuaian jadwal pekerjaan agar proses penyambungan listrik dapat direncanakan dengan lebih baik.
Dari sisi pengembang, koordinasi sejak tahap perencanaan diharapkan membantu mengurangi kendala infrastruktur ketika rumah selesai dibangun dan siap diserahkan kepada pembeli.
Sementara itu, keterlibatan sektor perbankan melengkapi ekosistem penyediaan hunian melalui dukungan pembiayaan. Dengan komunikasi yang lebih terarah, kebutuhan pengembangan kawasan perumahan dapat diselaraskan dengan kesiapan fasilitas pendukungnya.
PLN juga mendorong pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dan pengembang dapat mengajukan layanan kelistrikan, termasuk penyambungan baru dan perubahan daya, serta memantau proses permohonan sesuai fitur yang tersedia.
Wahyu menegaskan, kemudahan akses layanan dan transparansi proses menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk bagi masyarakat yang baru membeli rumah.
Sinergi PLN, APERSI, dan BTN diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan sektor properti di Sulawesi Tengah. Selain membantu kesiapan listrik di kawasan hunian, kolaborasi ini berpotensi mendukung aktivitas ekonomi, memperluas akses masyarakat terhadap perumahan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pada akhirnya, pembangunan rumah tidak hanya berkaitan dengan tersedianya bangunan, tetapi juga kesiapan fasilitas dasar agar penghuni dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan aman.
Penulis : Roos Yunita
Editor : Roos Yunita




























Komentar