BNPT dan Densus 88 Perkuat Literasi Digital untuk Lindungi Generasi Muda

Jumat, 22 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

BNPT bersama Densus 88 Antiteror Polri memperkuat sinergi perlindungan anak dan literasi digital di era perkembangan teknologi informasi.

JAKARTA, Pilarportal.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Densus 88 Antiteror Polri memperkuat sinergi perlindungan anak dan literasi digital di era perkembangan teknologi informasi.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam bedah buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan menghadirkan unsur pemerintah, aparat keamanan, akademisi, psikolog, hingga pakar teknologi informasi.

Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono menegaskan ketahanan masyarakat di era digital membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan aman bagi generasi muda.

“Pencegahan yang efektif tumbuh dari lingkungan terdekat masyarakat,” ujar Eddy Hartono dalam diskusi tersebut.

Ia menilai pendidikan, penguatan literasi digital, dan deteksi dini berbasis komunitas perlu terus diperkuat secara berkelanjutan.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat mampu memahami perubahan sosial dan menghadapi tantangan ruang digital dengan bijak.

BNPT juga terus memperkuat kolaborasi melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan program berbasis komunitas di berbagai daerah.

Sementara itu, Kadensus 88 AT Polri Irjen Pol Sentot Prasetyo menekankan pentingnya perlindungan anak di tengah perkembangan teknologi digital.

Ia menyebut penguatan literasi digital, lingkungan sosial sehat, dan keterlibatan keluarga menjadi faktor utama dalam perlindungan generasi muda.

“Anak perlu dipahami sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya,” kata Sentot Prasetyo.

Menurutnya, pendekatan perlindungan akan lebih efektif melalui kolaborasi aktif antara keluarga, sekolah, pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, Psikolog Forensik Dr Zora Arfina Sukabdi juga menyoroti pentingnya perlindungan psikologis dan deteksi dini terhadap anak.

Ia menilai perubahan pola interaksi generasi muda di ruang digital membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Sementara Prof Harkristuti Harkrisnowo mengingatkan pentingnya penguatan kebijakan berbasis hak asasi manusia dan bukti ilmiah.

Pakar teknologi informasi Dr Ismail Fahmi turut menekankan perlunya edukasi publik dan literasi digital berbasis data.

Diskusi tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi negara, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam melindungi generasi muda di era digital.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)

Editor : Yudi Mintalangi

Berita Terkait

Kapolda Sulut Tegas, Personel Dipecat karena Berbagai Pelanggaran
Polda Sulut Tertibkan Tambang Emas Ilegal di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Polri Gencarkan Operasi Narkoba, Ratusan Orang Diamankan di Sejumlah Daerah
PLN Group Raih 4 ASEAN Energy Awards 2026 Berkat Inovasi Energi Bersih
Wakapolda Sulut Tekankan 8 Prinsip Polisi yang Dipercaya Masyarakat
Polres Minut Sosialisasikan Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2027/2028
Polres Sangihe Siapkan 117 Personel untuk Pemilihan Kapitalaung
Polsek Wenang Gelar NASJUM, Berbagi Nasi dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:55

Kapolda Sulut Tegas, Personel Dipecat karena Berbagai Pelanggaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:15

Polda Sulut Tertibkan Tambang Emas Ilegal di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:57

Polri Gencarkan Operasi Narkoba, Ratusan Orang Diamankan di Sejumlah Daerah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:07

PLN Group Raih 4 ASEAN Energy Awards 2026 Berkat Inovasi Energi Bersih

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:06

Wakapolda Sulut Tekankan 8 Prinsip Polisi yang Dipercaya Masyarakat

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!
Exit mobile version