Unsrat Klarifikasi Pemilihan Dekan Fakultas Kedokteran Dan Pemilihan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat

Jumat, 22 Desember 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Sam Ratulangi Manado (Foto : Dokumen Unsrat)

Universitas Sam Ratulangi Manado (Foto : Dokumen Unsrat)

Pilarportal.com – Manado – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengklarifikasi Pemilihan Dekan Fakultas Kedokteran Dan Pemilihan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Jumat (22/12/2023)

Tentang Berita JawaPos tanggal 22 Desember Tahun 2023, menyatakan: “Rektor diduga melanggar dua kali pelanggaran Statuta”, terkait pemilihan Dekan FK dan pemilihan Dekan FKM, khususnya tentang persyaratan batas usia calon dekan.

Berkaitan dengan berita di atas, kami MEMBANTAHNYA, sebab makna substansi dari pasal 42 ayat (2) huruf d Statuta UNSRAT (Permenristekdikti No. 44 Tahun 2018) tentang persyaratan usia berusia paling tinggi 61 tahun dapat dimaknai belum memasuki usia 62 tahun.

Pemaknaan batas usia tersebut didasarkan pada putusan MA No. 107/K/TUN/2006, yang berkaitan dengan pengisian jabatan Dekan Fakultas di lingkungan UGM Periode 2004 – 2008); putusan mana merupakan dasar dari Pendapat Hukum Tentang Batas Usia Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri yang diberikan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM dan Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor: 16244/A.A3/TAPI.00.02/2022 Tanggal 8 Maret 2022 perihal penafsiran batas usia dalam proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi negeri.

BACA JUGA  Universitas Sam Ratulangi Kukuhkan Empat Guru Besar

Dengan demikian, pemilihan Dekan Fakultas Kedokteran dan pemilihan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya, anggapan saudara dr. Theresia M.D. Kaunang, SpKJ(K) bahwa Putusan PTUN No. 22/G/2023/PTUN yang sudah harus dilaksanakan oleh Rektor, secara hukum tidak benar, karena Putusan PTUN tersebut belum MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP (inkracht van gewijsde); pada faktanya masih dilakukan banding oleh Pihak Rektor Unsrat.

Bahwa dapat kami jelaskan kembali, Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap adalah Putusan Pengadilan Tingkat Pertama YANG TIDAK MENGAJUKAN BANDING ATAU KASASI.

Bahwa terhadap dr. Theresia M.D. Kaunang, Sp.KJ(K), berdasarkan data kepegawaian yang bersangkutan belum SERDOS dan belum ada Surat Keputusan Pengaktifan Kembali karena pada saat studi lanjut S3 tidak memiliki SK Tugas Belajar, hal ini berpotensi TGR. (fer)

Berita Terkait

Tanpa Sekat, Kapolda Sulut Sapa Masyarakat dan Toko Agama di Rumah Kopi Jarod
Kapolda Jamin Stok BBM Aman, Pertamina Siapkan Tambahan Pasokan 30 Persen
Wakapolda Pantau Antrian BBM di Manado
Itwasda Polda Sulut Audit Polres Sangihe, Empat Bidang Diperiksa
PLN UID Suluttenggo Perkuat Kepemimpinan dan Respons Layanan Listrik
Pemdes Malola Satu Rutin Gelar Posyandu, Pemenuhan Gizi dan Tekan Stunting Balita Jadi Fokus Utama
Pembangunan Mako Polres Sitaro Dimulai, Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Demo Pedagang Pasar Bersehati Dikawal Ketat Polisi, 300 Massa Bergerak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:09

Tanpa Sekat, Kapolda Sulut Sapa Masyarakat dan Toko Agama di Rumah Kopi Jarod

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:41

Kapolda Jamin Stok BBM Aman, Pertamina Siapkan Tambahan Pasokan 30 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:29

Wakapolda Pantau Antrian BBM di Manado

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:01

Itwasda Polda Sulut Audit Polres Sangihe, Empat Bidang Diperiksa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:28

PLN UID Suluttenggo Perkuat Kepemimpinan dan Respons Layanan Listrik

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!