1.119 Titik Panas Terdeteksi di Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Perintahkan Siaga Karhutla

Kamis, 27 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanu.(ist)

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanu.(ist)

MANADO, Pilarportal.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.

Langkah ini dilakukan setelah terdeteksi sebanyak 1.119 titik panas atau hotspot di 15 kabupaten dan kota sepanjang Januari hingga 25 Agustus 2026.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, TNI, Polri dan seluruh pemangku kepentingan.

Arahan tersebut disampaikan Gubernur Yulius Selvanus dalam rapat koordinasi pengendalian Karhutla di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam menghadapi potensi kebakaran.

“Kita memang harus berkumpul. Kita perlu berdiskusi sekaligus melaksanakan arahan dan instruksi dari Menteri Dalam Negeri, serta arahan dari Bapak Presiden Republik Indonesia,” tegas Gubernur Yulius Selvanus.

Sitaro Catat Hotspot Tertinggi di Sulawesi Utara

Berdasarkan data yang dibahas dalam rapat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi.

Sebanyak 359 titik panas terdeteksi di Sitaro atau sekitar 32,09 persen dari total hotspot di Sulawesi Utara.

Kabupaten Bolaang Mongondow berada di urutan berikutnya dengan 213 titik panas.

Kemudian Bolaang Mongondow Utara tercatat 138 titik dan Minahasa Selatan sebanyak 124 titik.

Minahasa Utara terpantau memiliki 98 titik panas, sedangkan Minahasa Tenggara sebanyak 64 titik.

Di wilayah perkotaan, Kota Bitung tercatat memiliki 36 hotspot dan Kota Manado sebanyak 15 titik.

Kepulauan Sangihe terdeteksi 20 titik panas, sementara Kota Kotamobagu sebanyak 13 titik.

Bolaang Mongondow Selatan tercatat 11 titik dan Kepulauan Talaud sebanyak 10 titik.

Bolaang Mongondow Timur memiliki empat titik panas, sedangkan Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa masing-masing satu titik.

Gubernur: Jangan Tunggu Api Membesar

Gubernur Yulius Selvanus mengapresiasi respons cepat TNI, Polri, Kodam, Basarnas dan seluruh unsur terkait dalam menangani kebakaran di sejumlah wilayah.

Namun, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak menunggu kebakaran meluas sebelum mengambil tindakan.

Menurutnya, cuaca panas, angin kencang dan vegetasi yang semakin kering dapat membuat api kecil dengan cepat berubah menjadi kebakaran besar.

“Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak,” ujar Gubernur.

“Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang, satu titik api kecil dapat dengan cepat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” sambungnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga menegaskan pentingnya melaksanakan arahan pemerintah pusat terkait pengendalian Karhutla.

Salah satunya melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang peningkatan kewaspadaan, pencegahan dan pengendalian ancaman Karhutla.

Larangan Bakar Lahan Harus Disosialisasikan

Gubernur meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota memperkuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan.

Pembukaan lahan dengan cara membakar, termasuk pembakaran hutan, semak dan sisa vegetasi, harus dicegah sejak dini.

Pemerintah daerah juga diminta melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pelaporan setiap potensi kebakaran.

Langkah tersebut penting agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

Pemerintah daerah diminta terus memperbarui pemetaan wilayah rawan Karhutla dan meningkatkan pemantauan hotspot.

Pemadaman dini terhadap setiap titik api juga harus menjadi perhatian utama seluruh pihak.

Selain itu, posko penanganan Karhutla di berbagai wilayah diminta tetap aktif dan siap merespons kondisi darurat.

15 Kabupaten dan Kota Diminta Perkuat Koordinasi

Gubernur Yulius Selvanus meminta seluruh 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara tidak bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas wilayah.

Dampak Karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan, pertanian, aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

“Yang paling penting, kita harus memastikan bahwa masyarakat memahami kondisi saat ini dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Gubernur Yulius.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pencegahan sejak dini menjadi kunci agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

KPK Dorong Komunikasi Publik di Sulut Jadi Senjata Cegah Korupsi
HUT ke-81 RI, 1.874 Warga Binaan di Sulut Terima Remisi
Imigrasi Perkuat Pencegahan TPPO di Perbatasan Sulawesi
HUT RI ke-81, Pemprov Sulut Gelar Gerak Jalan 8 hingga 45 Km
Hadapi Puncak El Nino, PMI Sulut Buka Posko Bantuan Air Bersih
Gubernur Yulius Selvanus Rotasi Tiga Pejabat, Dorong Birokrasi Lebih Profesional dan Responsif
Imigrasi Sulut Umumkan UPT Berkinerja Terbaik Semester I 2026, Ini Daftarnya
Imigrasi Sulut Evaluasi Kinerja Semester I 2026, Fokus Perkuat Pelayanan dan Penegakan Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:13

1.119 Titik Panas Terdeteksi di Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Perintahkan Siaga Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:09

KPK Dorong Komunikasi Publik di Sulut Jadi Senjata Cegah Korupsi

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:26

HUT ke-81 RI, 1.874 Warga Binaan di Sulut Terima Remisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:46

Imigrasi Perkuat Pencegahan TPPO di Perbatasan Sulawesi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:48

HUT RI ke-81, Pemprov Sulut Gelar Gerak Jalan 8 hingga 45 Km

Berita Terbaru