MANADO, Pilarportal.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan dilakukan untuk memastikan pelayanan, keamanan, serta program pembinaan bagi warga binaan berjalan secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, Haposan Silalahi didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulut, Zulkarnain.
Tinjau Blok Lansia dan Lokasi Pascakebakaran
Kunjungan kerja diawali dengan peninjauan Blok Lansia untuk melihat langsung kondisi dan pelayanan yang diberikan kepada warga binaan lanjut usia.
Rombongan kemudian meninjau lokasi bekas kebakaran, khususnya area gereja yang terdampak.
Kakanwil juga melihat lokasi relokasi yang saat ini digunakan sebagai tempat sementara pelaksanaan ibadah warga binaan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga binaan, termasuk hak menjalankan ibadah, tetap terpenuhi selama proses penanganan pascakebakaran berlangsung.
Cek Dapur hingga Wartelsuspas
Selanjutnya, Kakanwil Ditjenpas Sulut meninjau dapur Lapas Kelas IIA Manado.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi fasilitas dan pelaksanaan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.
Rombongan juga mengunjungi Wartelsuspas sebagai bagian dari pengecekan fasilitas pelayanan di lingkungan Lapas Manado.
Panen Pakcoy Hasil Pembinaan Warga Binaan
Kunjungan dilanjutkan ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Manado.
Di lokasi tersebut, Haposan Silalahi bersama rombongan melakukan panen sayur pakcoy hasil program pembinaan kemandirian warga binaan.
Program pertanian tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Manado dalam membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemampuan produktif.
Haposan menegaskan jajaran Lapas Manado tidak boleh hanya berfokus pada aspek keamanan.
Menurutnya, pelayanan yang layak dan program pembinaan berkualitas juga harus menjadi perhatian utama.
“Saya minta seluruh jajaran terus menjaga integritas, disiplin, kebersihan, dan keamanan. Setiap fasilitas yang ada harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan dan pembinaan warga binaan,” tegas Haposan.
Hak Warga Binaan Tetap Harus Terpenuhi
Kakanwil memberikan perhatian khusus terhadap penanganan pascakebakaran di Lapas Manado.
Ia meminta jajaran memastikan area yang terdampak dapat ditangani secara bertahap tanpa mengganggu pemenuhan hak warga binaan.
“Jangan sampai kondisi pascakebakaran mengganggu hak-hak warga binaan, termasuk dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.
Haposan meminta koordinasi dan langkah perbaikan terus dilakukan agar pelayanan tetap berjalan dengan baik.
SAE Didorong Terus Berkembang
Selain itu, Haposan mendorong pengembangan program pembinaan kemandirian melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan pertanian seperti budidaya pakcoy tidak hanya menjadi aktivitas rutin bagi warga binaan.
Program tersebut juga menjadi sarana membangun keterampilan, kemandirian, dan produktivitas sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kunjungan kerja Kakanwil Ditjenpas Sulut ini diharapkan semakin memperkuat kualitas pelayanan, keamanan, serta pembinaan di Lapas Kelas IIA Manado.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

Komentar Batalkan balasan