Indonesia Bergerak ke Energi Hijau, PLN Nyalakan Harapan di Pelosok Negeri

Rabu, 29 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Perubahan besar sedang berlangsung dalam lanskap energi Indonesia. Di tengah tantangan global terhadap ketergantungan bahan bakar fosil, (Foto Ist)

Pilarportal.com, Surabaya — Perubahan besar sedang berlangsung dalam lanskap energi Indonesia. Di tengah tantangan global terhadap ketergantungan bahan bakar fosil, negeri ini justru punya modal besar untuk beralih ke energi bersih.

Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional mencapai 3.686 Gigawatt (GW), dengan energi surya sebagai tulang punggung yang berpotensi hingga 20 Terawatt-peak (TWp).

Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 menempatkan energi surya, panas bumi, dan angin sebagai prioritas utama. Pergeseran paradigma pun terjadi: dari negara pengekspor sumber daya mentah menjadi pemain utama energi dunia berbasis teknologi dan inovasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PLN di Jalur Kemandirian Energi

Sebagai ujung tombak sektor ketenagalistrikan, PT PLN (Persero) memegang peran penting dalam memastikan transisi energi berjalan cepat dan terarah.

Melalui berbagai proyek hijau seperti PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan dan PLTS Terapung Cirata, PLN membuktikan komitmennya terhadap pengembangan energi bersih yang ramah lingkungan dan berbasis potensi lokal.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar mengikuti arus dunia, melainkan bagian dari tanggung jawab besar untuk memastikan kedaulatan energi nasional.

“Kita bukan lagi sekadar penyedia listrik, tetapi motor utama transisi energi. Dari total target 69,5 GW pembangkit baru, 42,6 GW di antaranya wajib bersumber dari EBT,” ujarnya.

Dari Desa Gelap Menuju Terang Baru

Mewujudkan pemerataan listrik di seluruh pelosok Indonesia juga menjadi prioritas utama. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, PLN menargetkan 1.285 desa baru akan teraliri listrik tahun ini.

Proyek tersebut mencakup pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 4.770 kilometer sirkuit (kms), 3.265 kms jaringan tegangan rendah, dan 94.040 kVA gardu distribusi.

“Lebih dari 77 ribu keluarga akan menikmati listrik baru. Tapi yang lebih penting, mereka akan menikmati perubahan hidup — anak-anak bisa belajar di malam hari, ekonomi desa bergerak, dan masyarakat hidup lebih sejahtera,” jelas Darmawan.

Pendanaan Hijau dan Ketahanan Sistem

Transformasi energi tidak bisa lepas dari tantangan finansial. Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, mengungkapkan bahwa kebutuhan investasi untuk infrastruktur hijau mencapai ratusan triliun rupiah.

“Kami tengah menyiapkan pendanaan melalui skema green bonds dan blended finance bersama lembaga keuangan global. Sekitar Rp50 triliun telah dialokasikan untuk proyek EBT dan Smart Grid,” tuturnya.

Selain pendanaan, PLN juga memperkuat sistem transmisi agar lebih tangguh terhadap cuaca ekstrem. Insiden ambruknya tiang SUTT di Klaten baru-baru ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat infrastruktur nasional berbasis teknologi digital.

Semangat Hari Listrik Nasional: Terangi Negeri, Hidupkan Harapan

Memperingati Hari Listrik Nasional ke-80, PLN meluncurkan program sosial Light Up The Dream (LUTD) yang menyambungkan listrik gratis bagi 3.864 keluarga prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini berasal dari donasi sukarela pegawai PLN dan menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam memberikan akses energi bagi semua.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari dedikasi PLN untuk terus menyalakan harapan.

“Listrik bukan hanya penerang rumah, tapi penerang kehidupan. LUTD adalah bentuk kepedulian nyata agar masyarakat bisa tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Salah satu penerima manfaat, Eni Patmawati, warga Desa Karangpatihan, Ponorogo, mengaku kini hidupnya lebih mudah.

“Dulu rumah kami gelap, sekarang sudah terang. Terima kasih PLN, semoga selalu diberi kelancaran,” katanya dengan mata berbinar.

Energi Hijau, Pilar Kemandirian Bangsa

Transisi ke energi terbarukan bukan sekadar kebijakan teknokratis, tapi cerminan kemandirian bangsa. Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan,

Indonesia sedang menulis babak baru: dari ketergantungan menuju kedaulatan.

Energi bukan lagi sekadar urusan listrik, tetapi simbol kekuatan nasional dan fondasi menuju Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

PLN Tancap Gas di Siau, Bupati Chyntia Beri Sinyal Kuat untuk Lonjakan Ekonomi
PLN Nyalakan Harapan di Tomohon, Program Light Up The Dream Hadirkan Listrik Gratis bagi Warga Prasejahtera
PLN Terapkan Zero Down Time, Paskah Nasional 2026 di Manado Berlangsung Tanpa Gangguan Listrik
Listrik di Manado 100 Persen Pulih Pascagempa M7,6, PLN Pastikan 887 Gardu Kembali Beroperasi
Program TJSL PLN Dongkrak Omset Pangi Farm Tomohon, Peternakan Ayam Kini Berbasis Listrik
PLN Tambah Mesin Pembangkit di Talaud, Wujudkan Keadilan Energi hingga Perbatasan RI-Filipina
Listrik Aman Saat Lebaran, PLN Suluttenggo Pastikan Pasokan Surplus dan Tanpa Gangguan
PLN Gorontalo Nyalakan Listrik Gratis di Rumah Warga, Program LUTD Hadirkan Harapan Baru di Ramadan

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 22:03 WITA

PLN Tancap Gas di Siau, Bupati Chyntia Beri Sinyal Kuat untuk Lonjakan Ekonomi

Kamis, 9 April 2026 - 22:33 WITA

PLN Nyalakan Harapan di Tomohon, Program Light Up The Dream Hadirkan Listrik Gratis bagi Warga Prasejahtera

Kamis, 9 April 2026 - 22:22 WITA

PLN Terapkan Zero Down Time, Paskah Nasional 2026 di Manado Berlangsung Tanpa Gangguan Listrik

Kamis, 2 April 2026 - 16:46 WITA

Listrik di Manado 100 Persen Pulih Pascagempa M7,6, PLN Pastikan 887 Gardu Kembali Beroperasi

Senin, 30 Maret 2026 - 20:32 WITA

Program TJSL PLN Dongkrak Omset Pangi Farm Tomohon, Peternakan Ayam Kini Berbasis Listrik

Berita Terbaru

Exit mobile version