TNI Angkatan Laut Edukasi Masyarakat Pesisir Dalam Menghadapi Tsunami

Jumat, 17 Maret 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TNI Angkatan Laut melalui Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut (Dispotmaral) melaksanakan program Pelatihan Penanggulangan Bencana (Latgulben) Tahun Anggaran 2023.

TNI Angkatan Laut melalui Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut (Dispotmaral) melaksanakan program Pelatihan Penanggulangan Bencana (Latgulben) Tahun Anggaran 2023.

Pilarportal.com — Jakarta — Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari wilayah kepulauan dan terletak diantara benua Asia dan Australia disamping memiliki posisi strategis dalam jalur lalu-lintas perdagangan dunia juga memiliki kondisi geografis, geologis, hidro Logis dan demografis yang rawan terhadap terjadinya bencana dengan frekuensi yang cukup tinggi.

Menyikapi kondisi tersebut Presiden RI Joko Widodo dalam rapat pimpinan TNI-Polri tahun 2023 beberapa waktu yang lalu menyatakan bahwa salah satu prioritas nasional adalah membangun lingkungan hidup dan meningkatkan ketahanan bencana.

Dalam mendukung ketahanan bencana tersebut, TNI Angkatan Laut melalui Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut (Dispotmaral) melaksanakan program Pelatihan Penanggulangan Bencana (Latgulben) Tahun Anggaran 2023 dalam rangka menumbuhkan masyarakat yang tangguh sebagai pilar bangsa dalam menghadapi bencana.

Kadispotmaral (Kepala Dinas Potensi Maritim TNI Angkatan Laut) Laksamana Pertama TNI Suradi Agung Slamet sebagai penanggungjawab pelatihan penanggulangan bencana TNI AL Tahun Anggaran 2023 menjelaskan, “Pelatihan penanggulangan bencana merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh TNI AL melalui Dispotmaral yang diagendakan setiap tahun dan agenda ini selalu di prioritaskan pada daerah-daerah rawan bencana.

TNI Angkatan Laut berusaha menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa budaya akan sadar bencana harus di mulai dari kesadaran individu, keluarga dan kelompok, termasuk di lingkungan sekolah sampai pada kelompok masyarakat bawah.

Kegiatan pelatihan dianggap sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kapasitas aparat pemerintah dan masyarakat dalam rangka membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.”

Pada tahun ini kegiatan Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam dilaksanakan di tiga wilayah yaitu di Lanal Denpasar pada tanggal 22 sampai dengan 24 Februari 2023, Lanal Malang yang dipusatkan di desa Tambakrejo, kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 9 Maret 2023.

Sedangkan Lanal Cilacap dilaksanakan mulai tanggal 14 sampai dengan 16 Maret 2024.
Kadispotmaral juga menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun dari awal sejak dini dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.

Kesiapan dan partisipasi masyarkat sangat penting dalam penanggulangan bencana. Kesiapan menghadapi ancaman menentukan besar kecilnya resiko dan dampak bencana yang akan diterimaa. Masyarakat di daerah rawan bencana, bersama-sama pihak yang berwenang menjadi “subjek” atau pelaku.

Penanggulangan bencana bukanlah kerja sendiri, melainkan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi termasuk media baik cetak,elektronik dan sosial media.

Pelatihan yang diinisiasi oleh TNI Angkatan Laut ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan peningkatan kemampuan diri sendiri, kesiapsiagaan, kewaspadaan, sikap tanggap segera menyiapkan alat peralatan, juga menyelamatkan diri dari resiko ganasnya ancaman bencana serta menghadapi terjadinya bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami di daerah pesisir.

Maka dengan langkah antisipasi siaga bencana tersebut mampu menekan angka korban jiwa dan memahami langkah-langkah pertama yang harus diambil saat terjadi bencana.

Materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut meliputi sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami, penanganan korban gempa bumi dan tsunami, manajemen kesiapsiagaan bencana, prosedur pelaksanaan proses evakuasi mandiri dari ancaman resiko bencana gempa bumi dan tsunami.

Dalam setiap kegiatan pelatihan diakhiri dengan simulasi kesiapsiagaan bencana dan evakuasi mandiri masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami yang melibatkan personel TNI, Polri, Pemda setempat, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, BMKG, Pelajar dan Kelompok Masyarakat Peduli Bencana.(puspen tni)

Berita Terkait

70 Bintara Infanteri Gel III Kodam XIII/Mdk Lulus Pendidikan
Letkol Inf Madiyan Surya Pimpin Danbrigif 13/Galuh Rahayu, Pernah Bertugas di Sulut
Anggit Exton Pimpin Kodam XIII/Merdeka, Siap Lanjutkan Pengabdian Mirza Agus
Tradisi Pedang Pora Sambut Pangdam XIII/Mdk Mayjen Anggit Exton Yustiawan di Makodam
Wakil Panglima TNI Tinjau Miangas, Pastikan Kondisi Perbatasan
Presiden Prabowo Hadiri Penghormatan Terakhir untuk Mantan Kasad Subagyo HS
Imigrasi Perketat Pengawasan Orang Asing, Tindak 17.597 Pelanggaran
Kasad Pimpin Pergantian Pimpinan Strategis TNI AD, Enam Korem Beralih ke Kodam Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01

70 Bintara Infanteri Gel III Kodam XIII/Mdk Lulus Pendidikan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:05

Letkol Inf Madiyan Surya Pimpin Danbrigif 13/Galuh Rahayu, Pernah Bertugas di Sulut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:21

Anggit Exton Pimpin Kodam XIII/Merdeka, Siap Lanjutkan Pengabdian Mirza Agus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:43

Tradisi Pedang Pora Sambut Pangdam XIII/Mdk Mayjen Anggit Exton Yustiawan di Makodam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:54

Wakil Panglima TNI Tinjau Miangas, Pastikan Kondisi Perbatasan

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!