Pisang Raksasa Papua, Bisa Setinggi Pohon Kelapa

Minggu, 2 April 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pisang Papua.

Pisang Papua.

Pilarportal.com — Papua — Hutan Papua menyimpan kekayaan hayati luar biasa. Salah satunya adalah Musa ingens N. W. Simmonds, nama ilmiah untuk pisang raksasa yang hanya ditemukan di pulau ini.

Disebut pisang raksasa karena dapat tumbuh setinggi pohon kelapa. Saking besarnya, lingkar batangnya melebihi dekapan tangan orang dewasa. Masyarakat Papua sudah lama mengenal dan memanfaatkan batang, daun, serta buah pisang ini.

Suatu ketika Norman Willison Simmonds, nama yang kemudian disematkan pada pisang ini, melakukan perjalanan ke Asia Pasifik pada 1954 hingga 1955, untuk mengumpulkan tanaman khususnya pisang.

Dia seorang botanis Inggris sekaligus kolektor tanaman. Dua bukunya berjudul “Bananas” dan The Evolution of Bananas” menjadi rujukan untuk pengembangbiakan dan klasifikasi tanaman pisang.

Saat berada di Papua New Guinea, dia menjumpai pisang raksasa itu. Pada Desember 1954 spesimen tanaman ini tercatat di Kew Royal Botanical Gardens, Inggris, dengan lokasi penemuan di Aiyura dan distrik Morobe, Skindewai, pada Januari 1956.

Dari segi ukuran, hingga sekarang belum ada yang mengalahkan pisang raksasa ini. Di hutan dan kebun warga, pohonnya bisa tumbuh setinggi 25 meter. Daunnya bisa mencapai enam meter dengan lebar 1 meter. Sementara buahnya berukuran 10 hingga 20 cm, dengan diameter hingga 10 cm.

Satu tandan, berisi hingga 300 buah, dengan berat keseluruhan bisa mencapai 60 kg. Besar jantung pisangnya bisa melebihi kepala manusia dewasa. Saat masih mengkal, buahnya berwarna hijau dan kekuningan saat matang.

Warga jarang memanfaatkan buahnya sebagai makanan, hanya sebagai obat. Ini karena buahnya berbiji banyak. Pisang liar hampir semuanya berbiji, sedangkan yang dikonsumsi secara luas merupakan hasil persilangan dan rekayasa genetik.

Ayub Yekwam, Kepala Kampung Banfot, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, dalam tulisan  Mongabay sebelumnya menjelaskan, warga memanfaatkan daun pisang untuk atap rumah darurat di hutan, alas duduk, dan alas makanan.

Sedangkan pelepahnya, digunakan untuk menyimpan hasil buruan atau hasil kebun. Dalam bahasa lokal pisang ini disebut ndowin atau apit sepoh.

“Ndowin tidak bisa kami makan karena dianggap pamali. Biasanya kami gunakan untuk obat atau  dinding rumah saja,” katanya.

Pisang raksasa ini tumbuh di dataran tinggi antara 1.200 hingga 2.000 mdpl.

Tanaman ini tumbuh baik di hutan hujan dengan lingkungan berkabut dan berhawa dingin. Tegak lurus di antara pohon-pohon di hutan yang memperebutkan sinar matahari.(***)

 

Berita Terkait

I Gusti Bagus Muchammad Ibrahiem Gantikan Ramdhani Pimpin Imigrasi Sulut
Tampamawa Tinjau Kontingen Pramuka Minsel Di Cibubur
Presiden Prabowo Naik KA Nusantara Explorer Menuju Batang, Dukung Pariwisata dan Transportasi Nasional
Presiden Prabowo Ungkap Peran Besar Kereta Api: Dari Transportasi hingga Penggerak Ekonomi Rakyat
Selvi Gibran Dorong UMKM Naik Kelas Saat Buka Bazar Kreasi Bhayangkari 2026
Presiden Prabowo Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Presiden Prabowo: Perwira TNI-Polri Milik Bangsa, Utamakan Kepentingan Rakyat dan Negara
Di Forum FUKRI: Komandan Teritorial Gereja Bala Keselamatan Indonesia Serukan Perdamaian untuk Papua

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:29

I Gusti Bagus Muchammad Ibrahiem Gantikan Ramdhani Pimpin Imigrasi Sulut

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:59

Tampamawa Tinjau Kontingen Pramuka Minsel Di Cibubur

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:02

Presiden Prabowo Naik KA Nusantara Explorer Menuju Batang, Dukung Pariwisata dan Transportasi Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:48

Presiden Prabowo Ungkap Peran Besar Kereta Api: Dari Transportasi hingga Penggerak Ekonomi Rakyat

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:45

Selvi Gibran Dorong UMKM Naik Kelas Saat Buka Bazar Kreasi Bhayangkari 2026

Berita Terbaru