Wajah Baru Nusakambangan, Warga Binaan Makin Berdaya dengan FABA

Jumat, 12 September 2025 - 02:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru.

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru.

Pilarportal.com, Nusakambangan, 10 September 2025 – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru.

Melalui pengelolaan abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), warga binaan mampu menghasilkan produk konstruksi bernilai ekonomi.

FABA yang sebelumnya dipandang sebagai limbah tanpa nilai kini berubah menjadi sumber penghidupan baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui workshop FABA yang memanfaatkan lahan tidur di Pulau Nusakambangan, warga binaan dibekali keterampilan mengolah limbah menjadi produk seperti batako, paving block, roaster, hingga buis beton.

Kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dengan PT PLN (Persero) tersebut menjadi bagian dari transformasi lembaga pemasyarakatan, dari citra “penjara menakutkan” menjadi pusat pemberdayaan yang memberi bekal nyata untuk membangun kehidupan produktif pascapembinaan.

Salah seorang warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan, Kevin Ruben Rafael, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya workshop pengelolaan FABA dari PLN.

BACA JUGA  Tingkatkan Kesiapan Layanan, ULP Tawaeli Gelar Peralatan Pelayanan Teknik

“Ini sangat membantu kami sebagai warga binaan, karena menambah ilmu pengetahuan. Nanti, ketika kami keluar, ilmu ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kami di masyarakat,” ujar Kevin.

Hal senada diungkapkan warga binaan Lapas Nirbaya Nusakambangan, Listianto, yang merasakan langsung manfaat program ini.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa mengikuti program ini. Saya ingin mandiri, saya ingin kembali ke masyarakat dengan menjadi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN dalam program pelatihan yang berfokus pada pemberdayaan warga binaan.

“Program ini merupakan model pelatihan kerja yang sedang kami galakkan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya saat meninjau Workshop Pengelolaan FABA di Lapas Nusakambangan, Selasa (9/9).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pemanfaatan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi dapat menciptakan peluang ekonomi sirkuler sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan.

“Kami bangga, warga binaan Lapas Nusakambangan berhasil memanfaatkan limbah menjadi komoditas produktif. Kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja, memberi dampak positif bagi masyarakat, serta menghasilkan produk berkualitas dengan harga kompetitif,” ujar Darmawan.

BACA JUGA  PLTS Pahepa Hadir di Sitaro: Warga Desa Pahepa dan Tapile Kini Nikmati Akses Listrik dari PLN

Saat ini, workshop FABA di Nusakambangan dilengkapi dua unit mesin yang mampu memproduksi hingga 2 juta paving block dan 1 juta batako setiap tahun.

Jika kapasitas ini berjalan optimal dan produk mulai dipasarkan, workshop berpotensi menghasilkan omzet hingga Rp5,4 miliar per tahun.

Darmawan menyampaikan bahwa sebanyak 30 warga binaan telah aktif dan terampil memproduksi olahan FABA. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pendampingan dan bimbingan yang berkelanjutan.

“Kami sangat terkesan dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa, kedisiplinan, dan etos kerja mereka, sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas premium dan memiliki potensi pangsa pasar di industri,” tutur Darmawan.

Keberhasilan program ini menunjukkan peran lapas sebagai ruang pembinaan yang produktif dan berdaya guna.

“Ke depan, Nusakambangan akan menjadi percontohan nasional bagaimana sebuah lapas dapat berkembang menjadi episentrum kegiatan ekonomi sekaligus pusat pemberdayaan masyarak

Berita Terkait

Bersama Gubernur Sulut, PLN Bersihkan Pantai dan Tanam Mangrove di MBW
PLN UP3 Kotamobagu Ajak Pegawai Terapkan Gerakan 1 Hari Tanpa BBM
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UP3 Luwuk Kampanyekan Gaya Hidup Ramah Lingkungan
PLN UP3 Manado Goes to School Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di SMA Negeri 4 Manado
PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Bolaang Mongondow
PLN Salurkan 535 Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Gorontalo Utara
PLN Salurkan 150 Paket Sembako untuk Warga Miskin Ekstrem di Bolmut pada Hari Lahir Pancasila
Idul Adha 1447 H, PLN Tingkatkan Layanan Listrik Pulau Paku Jadi 18 Jam, Dorong Ekonomi di Morowali

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:51 WITA

Bersama Gubernur Sulut, PLN Bersihkan Pantai dan Tanam Mangrove di MBW

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:38 WITA

PLN UP3 Kotamobagu Ajak Pegawai Terapkan Gerakan 1 Hari Tanpa BBM

Senin, 8 Juni 2026 - 19:59 WITA

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UP3 Luwuk Kampanyekan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Senin, 8 Juni 2026 - 08:33 WITA

PLN UP3 Manado Goes to School Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di SMA Negeri 4 Manado

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:08 WITA

PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Bolaang Mongondow

Berita Terbaru