Pilarportal.com, Manado — Puluhan jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, diduga mengalami keracunan massal usai mengikuti ibadah dan makan bersama pada Jumat (16/1/2026).
Insiden tersebut terjadi setelah rangkaian ibadah yang berlangsung sejak pagi hari.
Menurut keterangan pimpinan jemaat, kegiatan makan bersama dilaksanakan sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 Wita dengan menggunakan menu katering.
Sekitar satu jam setelah kegiatan makan selesai, tepatnya sekitar pukul 15.00 Wita, sejumlah jemaat mulai merasakan keluhan kesehatan seperti pusing, mual, hingga muntah-muntah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut membuat panitia dan pihak gereja segera membawa para korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
94 Jemaat Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit
Berdasarkan data sementara, sekitar 94 orang jemaat tercatat menjalani perawatan dan observasi di beberapa rumah sakit di Kota Manado, di antaranya RS Siloam, RS Pancaran Kasih, RS ODSK, RS Bhayangkara, dan RS Advent Teling, serta fasilitas kesehatan lainnya.
Sebagian korban masih menjalani perawatan intensif dan observasi medis, sementara sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil oleh pihak rumah sakit.
Diduga Dipicu Menu Katering Ikan Tuna
Adapun makanan yang disajikan dalam kegiatan tersebut terdiri dari dua menu, yakni tuna bumbu RW dan tuna bumbu rendang, yang dikemas menggunakan wadah plastik.
Dari keterangan sejumlah korban, mayoritas jemaat yang mengalami gejala keracunan mengaku mengonsumsi menu tuna bumbu rendang, meskipun hingga kini penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Polisi Amankan Sampel Makanan dan Lakukan Penyelidikan
Kasat Reskrim Polresta Manado Ewin Kristanto melalui Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono mengatakan bahwa jajaran Polsek Malalayang langsung melakukan langkah cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut.
“Kapolsek Malalayang AKP Jusman Mori bersama personel turun ke lapangan untuk mengecek kondisi korban di rumah sakit serta mengamankan lokasi kejadian.
Dua jenis sampel makanan juga telah diamankan untuk keperluan penyelidikan,” ujar Iptu Agus.
Polsek Malalayang kemudian berkoordinasi dengan Satuan Reskrim Polresta Manado dengan menurunkan Unit Inavis guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sampel makanan selanjutnya diserahkan untuk pemeriksaan lanjutan agar dapat diketahui penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.
Tiga Saksi Diperiksa
“Saat ini, penyidik Satuan Reskrim Polresta Manado telah memeriksa tiga orang saksi terkait peristiwa ini untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tegas Kasi Humas.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi, serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat dan instansi terkait sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.























Komentar