MANADO, Pilarportal.com – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara menggelar Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Luhur Tribrata yang dirangkaikan dengan tradisi pencucian Pataka Polda Sulut “Maesa’an Waya”, di Aula Mapolda Sulut, Senin (29/6/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie, dan dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para Pejabat Utama Polda Sulut, para Kabag, Kasubdit, perwira pertama, bintara, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polda Sulut.
Prosesi berlangsung khidmat. Pataka “Maesa’an Waya” memasuki ruang upacara dengan pengawalan personel Brimob.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah selubung pataka dibuka oleh Kayanma, Kapolda memimpin prosesi pencucian yang diawali dengan penyikatan, dilanjutkan percikan air suci, dan pemberian wewangian sebagai simbol penyucian serta penghormatan terhadap lambang kehormatan institusi.
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan bahwa tradisi pencucian Pataka bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam bagi seluruh personel Polri, khususnya jajaran Polda Sulawesi Utara.
Menurutnya, Pataka “Maesa’an Waya” mengandung nilai persatuan, solidaritas, dan kebersamaan yang harus terus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pataka menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat hanya dapat dicapai melalui persatuan, kerja sama, serta semangat pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pataka juga merupakan simbol pengabdian Polri dalam menjalankan amanah konstitusi, yakni melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas keamanan demi mendukung pembangunan nasional maupun daerah.
Lebih lanjut, Kapolda menyebut prosesi pencucian Pataka menjadi momentum refleksi bagi seluruh personel untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas dan memperkuat komitmen dalam meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui simbol pembersihan dan penyegaran ini, kita berharap seluruh personel semakin termotivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
Tradisi yang rutin dilaksanakan menjelang Hari Bhayangkara tersebut menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman moral dan etika dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM
























Komentar