MANADO, Pilarportal.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Komitmen tersebut diwujudkan lewat pelatihan budidaya, pengolahan, hingga pemasaran spirulina yang digelar di Desa Tarabitan, Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (15/7/2026).
Program ini mengusung konsep Electrifying Agriculture, yakni pemanfaatan energi listrik untuk mendukung sektor pertanian modern sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat desa.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan program TJSL PLN kini diarahkan untuk menciptakan nilai bersama atau Creating Shared Value (CSV) yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, budidaya spirulina memiliki prospek besar sebagai komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“PLN memastikan keandalan pasokan listrik agar proses budidaya berjalan optimal. Kami ingin listrik tidak hanya menerangi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat,” ujar Usman.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penyediaan energi yang bersih dan mendukung pembangunan ekonomi lokal.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai teknik budidaya spirulina, pengolahan hasil panen menjadi produk siap jual, hingga strategi pemasaran digital.
Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kelompok usaha sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ketua Forum IKM-UMKM Kota Manado, Santje Pontoh, yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu mengatakan spirulina merupakan salah satu superfood yang memiliki permintaan pasar cukup tinggi.
Ia menilai peluang usaha spirulina akan semakin besar apabila dikelola dengan standar produksi yang baik, kemasan menarik, serta strategi pemasaran yang tepat.
“Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara membudidayakan spirulina, tetapi juga bagaimana menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi,” katanya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menegaskan PLN akan terus melakukan pendampingan agar program tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, pelatihan hanyalah langkah awal dalam membangun ekosistem usaha berbasis energi listrik yang berkelanjutan di Desa Tarabitan.
“PLN berkomitmen mendampingi kelompok hingga benar-benar mandiri. Harapannya, pemanfaatan listrik secara produktif mampu melahirkan usaha baru yang meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Revi.
Ketua Kelompok Spirulina Farm Desa Tarabitan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN melalui bantuan, pelatihan, dan pendampingan.
Ia mengaku kehadiran listrik yang andal membuat proses budidaya menjadi lebih stabil dan efisien sehingga kelompok semakin optimistis mengembangkan usaha spirulina.
Melalui kolaborasi antara PLN, praktisi, akademisi, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi percontohan pengembangan pangan lokal berbasis energi bersih di Sulawesi Utara.
PLN juga menegaskan akan terus menghadirkan program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan ketahanan pangan, serta penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Penulis : Roos Yunita
Editor : Roos Yunita























Komentar