Hepatitis Disebut Silent Killer, Kenali Gejala dan Bahayanya bagi Hati

Kamis, 30 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hepatitis akibat infeksi virus

Hepatitis akibat infeksi virus

Jakarta, Pilarportal.com – Hepatitis akibat infeksi virus sering disebut sebagai silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala jelas. Banyak penderita baru mengetahui kondisinya ketika kerusakan hati sudah berlangsung cukup lama.

Menurut National Library of Medicine AS, hepatitis merupakan kondisi peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh virus, alkohol, zat berbahaya, racun, maupun penyakit tertentu.

Dari berbagai jenis hepatitis, tiga yang paling sering ditemukan adalah hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.

Hepatitis A umumnya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Meski mudah menular, penyakit ini biasanya dapat sembuh dan jarang menyebabkan komplikasi serius.

Sementara hepatitis B dapat menyebar melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama, serta kontak dengan darah penderita.

Berbeda dengan hepatitis A, hepatitis B memiliki risiko menyebabkan gangguan hati jangka panjang meski sebagian penderita dapat pulih dalam waktu sekitar enam bulan.

Adapun hepatitis C menjadi salah satu jenis yang paling berbahaya karena sering tidak menimbulkan gejala dan dapat berkembang menjadi penyakit hati kronis.

BACA JUGA  Lantamal VIII Adakan Penyuluhan Kesehatan Tentang Hepatitis Akut

Hingga saat ini, vaksin hepatitis C belum tersedia. Infeksi yang berlangsung lama dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada hati atau sirosis.

Berdasarkan lamanya penyakit, hepatitis dibedakan menjadi akut dan kronis. Hepatitis akut berlangsung kurang dari enam bulan, sedangkan kondisi yang menetap lebih dari enam bulan dikategorikan sebagai hepatitis kronis.

Masalah terbesar terjadi pada hepatitis kronis karena banyak penderita tidak menyadari dirinya terinfeksi. Kerusakan hati dapat terus berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun.

Ketika kondisi semakin parah, penderita dapat mengalami penurunan massa otot, nafsu makan berkurang, pembengkakan perut, hingga pembengkakan pada pergelangan kaki akibat gangguan pengaturan cairan tubuh.

Kerusakan hati tingkat lanjut juga dapat memicu komplikasi seperti perdarahan pada saluran pencernaan, penumpukan cairan di perut, hingga gangguan fungsi otak yang memengaruhi kemampuan berpikir.

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah guna mendeteksi infeksi serta antibodi terhadap virus hepatitis.

Pada hepatitis B dan C, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui perkembangan penyakit dan menentukan penanganan yang tepat.

BACA JUGA  Lantamal VIII Adakan Penyuluhan Kesehatan Tentang Hepatitis Akut

Pemeriksaan biopsi hati juga dapat dilakukan dengan mengambil sampel jaringan hati untuk melihat tingkat kerusakan yang terjadi.

Karena gejalanya sering tidak terlihat sejak awal, masyarakat diimbau lebih peduli terhadap kesehatan hati melalui pemeriksaan rutin.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kerusakan hati berat serta meningkatkan peluang kesembuhan.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Bahaya Vape bagi Paru-paru, Kenali Risiko dan Gejalanya
Detak Jantung Istirahat Rendah, Apakah Selalu Sehat?
LPKA Tomohon Raih Sertifikat Higienis untuk Dapur Makanan
Lapas Manado Perkuat Deteksi Dini TBC di Lingkungan Pemasyarakatan
Sering Bangun Sebelum Alarm? Ini Penyebabnya
Tidur Bersama Kucing, Aman atau Berisiko bagi Kesehatan?
Sulit Berhenti Merokok? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Gagal Ginjal Bisa Berawal dari Diabetes dan Hipertensi, Kenali Penyebabnya
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:55

Bahaya Vape bagi Paru-paru, Kenali Risiko dan Gejalanya

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:58

Detak Jantung Istirahat Rendah, Apakah Selalu Sehat?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45

LPKA Tomohon Raih Sertifikat Higienis untuk Dapur Makanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:57

Lapas Manado Perkuat Deteksi Dini TBC di Lingkungan Pemasyarakatan

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:37

Sering Bangun Sebelum Alarm? Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!