MANADO, Pilarportal.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara mulai menyiapkan operasi distribusi air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Relawan PMI yang digelar di Markas PMI Provinsi Sulawesi Utara, Jalan Malalayang, Sabtu (8/8/2026).
Apel dipimpin langsung Ketua Pengurus PMI Provinsi Sulawesi Utara Kolonel CKM (Purn.) dr. Fredrik P. Demassabu.
Dalam arahannya, Fredrik mengatakan PMI Sulut siap membantu pemerintah daerah menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.
“PMI siap melaksanakan operasi distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak El Nino,” kata Fredrik.
Menurutnya, PMI Pusat telah mengarahkan jajaran PMI di daerah untuk menyiapkan operasi distribusi air bersih sebagai langkah antisipasi dampak El Nino.
Sulawesi Utara saat ini masuk dalam zona siaga dampak El Nino. Kondisi tersebut membuat PMI Sulut perlu meningkatkan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah.
Fredrik menyebut puncak dampak El Nino diperkirakan terjadi pada September 2026. Karena itu, kesiapan relawan menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan dapat dilakukan ketika masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Kami berharap kapasitas PMI Sulut saat ini dapat membantu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memberikan pelayanan air bersih bagi masyarakat yang terdampak El Nino,” ujarnya.
Untuk mendukung operasi tersebut, PMI Sulut telah menyiapkan dua unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Selain itu, PMI Sulut memiliki dua unit kendaraan Grand Max yang nantinya dapat digunakan untuk membawa masing-masing sekitar 2.000 liter air.
Sekretaris PMI Provinsi Sulawesi Utara Gelendy Morten Lumingkewas, S.H., M.H., mengatakan seluruh sarana tersebut akan dioptimalkan dalam pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“PMI Sulut akan berkolaborasi dengan PMI kabupaten dan kota serta BPBD di tingkat kabupaten dan kota untuk pelayanan air bersih ini,” jelas Gelendy.
Kolaborasi lintas daerah tersebut diharapkan mempercepat distribusi bantuan sehingga air bersih dapat menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan.
Selain menyiapkan armada dan relawan, PMI Sulut juga membuka posko penanganan operasi El Nino sebagai pusat koordinasi kegiatan kemanusiaan.
Posko tersebut akan mendukung pemantauan kondisi di lapangan, koordinasi relawan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Apel turut dihadiri Wakil Ketua Pengurus PMI Sulut John Jesky Sada, S.H., Ketua Bidang Perubahan Iklim dr. Gloria Pandean, Ketua Bidang Aset Nivia Loing, S.E., serta Ketua Bidang Informasi dan Publikasi Vence Jacob.
Hadir pula jajaran PMI kabupaten dan kota, antara lain Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Manado Ferry Tjang, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Minahasa Landi Wohon, S.Pd., M.Pd., MAP., perwakilan PMI Minahasa Utara Melky Mewengkang, Ketua Bidang Bencana PMI Boltim Musiran Modeong, serta pengurus PMI Kabupaten Minahasa Selatan.
Kesiapan tersebut menjadi langkah awal PMI Sulut untuk memastikan relawan dan peralatan berada dalam kondisi siap apabila dampak kekeringan semakin meluas.
PMI Sulut menegaskan operasi bantuan air bersih akan dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah dan PMI kabupaten/kota agar bantuan dapat diberikan secara tepat kepada masyarakat yang terdampak.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM























Komentar