Minum Urine Saat Terjebak di Laut, Apa yang Terjadi pada Tubuh?

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

minum air kencing.(ilustrasi)

minum air kencing.(ilustrasi)

JAKARTA, Pilarportal.com — Kisah Esau Sidemo, nelayan asal Desa Bido, Ternate, yang dilaporkan bertahan hidup selama 26 hari di tengah laut, kembali mengingatkan pada satu pertanyaan: apakah urine benar-benar bisa digunakan sebagai sumber air ketika seseorang berada dalam kondisi darurat?

Pria berusia 57 tahun itu disebut terombang-ambing di laut setelah perahunya mengalami kerusakan mesin. Dalam kondisi tanpa persediaan makanan dan dengan bekal sekitar satu liter air mineral, ia bertahan dengan memanfaatkan sumber makanan dan cairan yang tersedia.

Di antaranya dengan memakan kelapa yang hanyut, ikan dan burung, serta menampung air hujan. Ia juga mengaku sempat meminum air laut dan urinenya sendiri.

Namun dari sisi medis, meminum urine bukan cara yang aman untuk mengatasi dehidrasi.

Urine Memang 95 Persen Air, tetapi Bukan Air Minum

Sekilas, urine mungkin terlihat seperti cairan yang dapat dikembalikan ke tubuh karena sebagian besar kandungannya memang berupa air.

Menurut Poison Control, urine manusia terdiri sekitar 95 persen air. Sisanya mengandung antara lain urea, kreatinin, elektrolit dan berbagai produk sisa metabolisme yang dikeluarkan melalui ginjal.

Ginjal menyaring darah dan mempertahankan zat yang masih dibutuhkan tubuh, sementara kelebihan cairan, elektrolit serta produk sisa metabolisme dikeluarkan melalui urine.

Karena itu, ketika urine diminum kembali, tubuh tidak hanya menerima air tetapi juga memasukkan kembali zat-zat yang sebelumnya sedang dikeluarkan.

Poison Control juga menyatakan urine tidak sepenuhnya steril dan tidak dianjurkan untuk diminum. Konsumsi urine dapat menyebabkan keluhan seperti mual, muntah dan diare.

Saat Dehidrasi, Urine Justru Makin Pekat

Masalah menjadi lebih besar ketika seseorang sudah mengalami dehidrasi.

Dalam kondisi kekurangan air, ginjal berusaha mempertahankan cairan sehingga urine menjadi semakin pekat.

Jika urine yang sudah pekat tersebut diminum kembali, tubuh harus kembali memproses zat terlarut seperti urea dan elektrolit di dalamnya.

Sebuah laporan kasus yang diterbitkan Frontiers in Medicine pada 2022 menggambarkan pria berusia 40 tahun yang meminum urinenya sendiri selama lima hari karena tidak memiliki akses terhadap makanan dan air.

Pasien tersebut mengalami dehidrasi berat, hipernatremia atau kadar natrium darah yang sangat tinggi, serta cedera ginjal akut. Peneliti mengaitkan kondisi tersebut antara lain dengan beban urea yang tinggi dan terjadinya osmotic diuresis, yaitu peningkatan pengeluaran air akibat tingginya zat terlarut.

Dengan kata lain, urine yang diminum kembali tidak memberikan keuntungan seperti air minum biasa, terutama ketika tubuh sudah kekurangan cairan.

Air Laut Juga Bukan Solusi

Kondisi serupa berlaku untuk air laut.

Air laut mengandung garam dalam konsentrasi tinggi sehingga ginjal harus menggunakan air untuk membuang kelebihan garam tersebut.

Panduan keselamatan bertahan hidup di laut dari CDC secara tegas menyarankan agar orang yang terdampar tidak meminum air laut maupun urine, karena keduanya dapat memperburuk dehidrasi.

Sebaliknya, air hujan yang berhasil ditampung menjadi salah satu sumber cairan yang jauh lebih penting dalam situasi bertahan hidup di laut.

CDC juga menekankan bahwa menjaga keseimbangan cairan merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kondisi bertahan hidup di laut.

Kalau Tidak Sengaja Meminum Urine?

Meminum sedikit urine secara tidak sengaja tidak otomatis menyebabkan keracunan atau kerusakan ginjal.

Poison Control mencatat bahwa konsumsi dalam jumlah kecil biasanya tidak menyebabkan masalah serius. Namun, urine tetap tidak dianjurkan untuk diminum karena mengandung produk sisa metabolisme dan dapat mengandung bakteri.

Risikonya berbeda ketika seseorang sengaja meminum urine berulang kali, terlebih dalam kondisi sudah mengalami dehidrasi.

Dalam situasi tersebut, yang dibutuhkan tubuh adalah air yang aman, bukan cairan yang sekaligus membawa kembali zat-zat yang sedang dikeluarkan oleh ginjal.

Berapa Lama Manusia Bisa Bertahan dengan Minum Urine?

Tidak ada angka pasti yang dapat digunakan untuk menyatakan seseorang bisa bertahan hidup selama sejumlah hari hanya dengan meminum urine.

Kemampuan bertahan hidup sangat bergantung pada kondisi tubuh, suhu lingkungan, aktivitas fisik, jumlah cairan yang hilang, akses terhadap air hujan atau sumber cairan lain, serta kondisi kesehatan.

Dalam situasi darurat di laut, prioritas utama adalah mencari dan mengumpulkan air tawar yang aman, mengurangi aktivitas yang menyebabkan kehilangan cairan, berlindung dari panas dan segera mencari pertolongan.

Kisah Esau Sidemo menunjukkan kemampuan manusia bertahan dalam kondisi ekstrem. Namun secara medis, pengalaman seseorang dalam kondisi darurat tidak dapat dijadikan bukti bahwa meminum urine merupakan metode yang aman atau efektif untuk menggantikan air minum.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

‘Office Ageing’ Ramai Dibahas Pekerja China, Wajah Kusam hingga Mata Lelah
Benarkah Ada Buah yang Tidak Boleh Dicampur? Ini Penjelasan Ahli
Minum Susu Pagi atau Malam? Ini Waktu yang Tepat dan Manfaatnya
Minum Air Kelapa Setiap Hari, Berapa Gelas yang Aman?
Studi Ungkap Mikroplastik Lebih Banyak di Paru-paru Pasien Kanker
Paha Besar Disebut Bikin Panjang Umur? Ini Penjelasan Ahli
4 Daun yang Sering Dipakai untuk Bantu Redakan Demam Anak
6 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, Umbi Lokal yang Kaya Nutrisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:15

‘Office Ageing’ Ramai Dibahas Pekerja China, Wajah Kusam hingga Mata Lelah

Kamis, 24 September 2026 - 08:25

Minum Urine Saat Terjebak di Laut, Apa yang Terjadi pada Tubuh?

Rabu, 23 September 2026 - 20:27

Benarkah Ada Buah yang Tidak Boleh Dicampur? Ini Penjelasan Ahli

Selasa, 22 September 2026 - 07:49

Minum Susu Pagi atau Malam? Ini Waktu yang Tepat dan Manfaatnya

Kamis, 17 September 2026 - 08:08

Minum Air Kelapa Setiap Hari, Berapa Gelas yang Aman?

Berita Terbaru