Welcome to Pilar Portal Berita Terkini   Click to listen highlighted text! Welcome to Pilar Portal Berita Terkini

Bagaimana Obat Tahu Bagian Tubuh yang Harus Diobati? Ini Penjelasannya

Selasa, 29 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.(ist)

Ilustrasi.(ist)

JAKARTA, Pilarportal.com — Pernah bertanya-tanya bagaimana obat sakit kepala yang diminum bisa meredakan nyeri di kepala, atau obat alergi dapat mengurangi bersin dan rasa gatal?

Sekilas, obat seolah-olah memiliki “peta” di dalam tubuh dan tahu ke mana harus pergi. Padahal, mekanismenya tidak seperti itu.

Setelah ditelan, obat mengalami perjalanan panjang di dalam tubuh. Obat dapat dihancurkan atau diubah di saluran pencernaan, diserap terutama melalui usus, kemudian masuk ke aliran darah.

Dari aliran darah, molekul obat diedarkan ke berbagai jaringan tubuh. Obat tidak secara khusus mencari bagian tubuh yang sedang sakit.

Obat Tidak Tahu Lokasi Penyakit

Setelah mencapai jaringan tubuh, molekul obat dapat bertemu dengan berbagai protein atau struktur biologis.

Jika molekul obat memiliki sifat yang sesuai dengan target tertentu, interaksi dapat terjadi dan memicu atau menghambat proses biologis tertentu.

Menurut National Library of Medicine, efek obat muncul melalui interaksi dengan target biologis tertentu. Target tersebut antara lain dapat berupa reseptor, enzim, kanal ion, atau struktur biologis lainnya.

Jadi, obat sebenarnya tidak “tahu” lokasi penyakit. Efeknya muncul karena molekul obat bertemu dengan target biologis yang sesuai.

Bayangkan tubuh seperti sebuah kota besar dengan jaringan jalan yang sangat luas. Setelah masuk ke aliran darah, obat dapat dibawa ke berbagai wilayah tubuh.

Namun, tidak semua jaringan memiliki target yang dapat berinteraksi dengan molekul obat tersebut.

Bagaimana Obat Bisa Mencapai Jaringan Tertentu?

Sebelum memberikan efek, obat harus terlebih dahulu mencapai jaringan tempat target biologis berada.

Proses ini berkaitan dengan distribusi obat, yaitu perpindahan obat dari aliran darah menuju berbagai jaringan tubuh.

Distribusi dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya aliran darah menuju jaringan, kemampuan obat larut dalam lemak atau air, ukuran dan karakteristik molekul, ikatan obat dengan protein darah, serta permeabilitas pembuluh darah.

Karena itu, konsentrasi obat yang mencapai satu jaringan bisa berbeda dengan jaringan lainnya.

Dengan kata lain, perjalanan obat bukan seperti kurir yang menerima alamat dan kemudian langsung mengantarkan paket ke lokasi tujuan.

Obat lebih menyerupai penumpang yang terbawa sistem transportasi tubuh melalui aliran darah. Ke mana obat dapat mencapai dan seberapa banyak obat berada di suatu jaringan dipengaruhi oleh sifat obat dan karakteristik jaringan tersebut.

Reseptor Ibarat Gembok dan Obat sebagai Kunci

Salah satu target obat yang paling dikenal adalah reseptor.

Reseptor merupakan protein yang dapat menerima sinyal tertentu dan memicu perubahan aktivitas sel.

Ketika obat berikatan dengan reseptor, interaksi tersebut dapat memengaruhi proses biologis tertentu. Inilah salah satu cara obat menghasilkan efek terapeutik.

Secara sederhana, hubungan tersebut sering dianalogikan seperti gembok dan kunci.

Reseptor diibaratkan sebagai gembok, sedangkan molekul obat seperti kunci yang memiliki bentuk dan sifat kimia tertentu sehingga dapat berinteraksi dengan reseptor.

Namun, kenyataannya jauh lebih kompleks daripada sekadar gembok dan kunci.

Interaksi antara obat dan reseptor dipengaruhi bentuk molekul, muatan, jenis ikatan kimia, konsentrasi obat, serta karakteristik reseptor itu sendiri.

Mengapa Obat Bisa Menimbulkan Efek Samping?

Salah satu alasan obat dapat menimbulkan efek samping adalah karena molekul obat tidak selalu berinteraksi hanya dengan satu target.

Satu obat dapat memengaruhi beberapa target biologis. Interaksi tersebut dapat menghasilkan efek yang diinginkan sekaligus efek lain yang tidak diharapkan.

Karena itu, obat yang digunakan untuk mengatasi satu keluhan bukan berarti hanya berada di bagian tubuh yang mengalami masalah.

Obat juga tidak “salah jalan” ketika menimbulkan efek samping.

Setelah masuk ke tubuh, molekul obat dapat didistribusikan ke berbagai jaringan. Di jaringan tersebut, obat dapat berinteraksi dengan target yang diinginkan maupun target lain.

Jika interaksi dengan target lain menimbulkan perubahan biologis tertentu, efek samping dapat muncul.

Jadi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Secara sederhana, perjalanan obat dapat dipahami melalui beberapa tahapan.

Obat masuk ke tubuh → diserap → masuk ke aliran darah → didistribusikan ke jaringan → mencapai target biologis → berinteraksi dengan target → menghasilkan efek.

Tubuh berperan dalam proses penyerapan dan distribusi. Sifat kimia dan fisik obat ikut menentukan jaringan yang dapat dicapai.

Sementara itu, keberadaan reseptor, enzim, kanal ion atau target biologis lainnya menentukan tempat dan bagaimana obat dapat memberikan efek.

Jadi, obat sebenarnya tidak tahu bagian tubuh mana yang sedang sakit.

Efek obat muncul dari rangkaian proses biologis dan kimia yang terjadi di dalam tubuh, mulai dari obat masuk dan diserap, beredar melalui darah, mencapai jaringan tertentu, hingga berinteraksi dengan target biologis yang sesuai.

Itulah sebabnya mekanisme kerja obat terlihat seolah-olah sangat “cerdas”, padahal semuanya berlangsung melalui proses molekuler yang mengikuti prinsip biologis dan kimia tubuh.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

‘Office Ageing’ Ramai Dibahas Pekerja China, Wajah Kusam hingga Mata Lelah
Minum Urine Saat Terjebak di Laut, Apa yang Terjadi pada Tubuh?
Benarkah Ada Buah yang Tidak Boleh Dicampur? Ini Penjelasan Ahli
Minum Susu Pagi atau Malam? Ini Waktu yang Tepat dan Manfaatnya
Minum Air Kelapa Setiap Hari, Berapa Gelas yang Aman?
Studi Ungkap Mikroplastik Lebih Banyak di Paru-paru Pasien Kanker
Paha Besar Disebut Bikin Panjang Umur? Ini Penjelasan Ahli
4 Daun yang Sering Dipakai untuk Bantu Redakan Demam Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 08:17

Bagaimana Obat Tahu Bagian Tubuh yang Harus Diobati? Ini Penjelasannya

Jumat, 25 September 2026 - 06:15

‘Office Ageing’ Ramai Dibahas Pekerja China, Wajah Kusam hingga Mata Lelah

Kamis, 24 September 2026 - 08:25

Minum Urine Saat Terjebak di Laut, Apa yang Terjadi pada Tubuh?

Rabu, 23 September 2026 - 20:27

Benarkah Ada Buah yang Tidak Boleh Dicampur? Ini Penjelasan Ahli

Selasa, 22 September 2026 - 07:49

Minum Susu Pagi atau Malam? Ini Waktu yang Tepat dan Manfaatnya

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!