Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita, Laboratorium Gelap di Aceh Diduga Terhubung Jaringan Internasional

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE, Pilarportal.com – Aparat gabungan mengungkap laboratorium gelap yang diduga memproduksi sabu di Kabupaten Pidie, Aceh.

Dalam operasi tersebut, petugas menyita hampir 1,2 ton bruto narkotika serta mengamankan 11 orang yang terdiri atas dua warga negara asing (WNA) dan sembilan warga negara Indonesia (WNI).

Pengungkapan dilakukan pada 21 Oktober 2026 melalui penindakan di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.

Operasi melibatkan kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, serta dukungan kerja sama lintas negara.

Pengungkapan bermula dari pengembangan informasi intelijen dan pemantauan pergerakan orang serta logistik yang diduga berkaitan dengan jaringan narkotika.

Di sebuah rumah toko (ruko) di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, petugas menemukan lokasi yang diduga digunakan untuk mengolah meth oil atau bahan narkotika berbentuk cair menjadi sabu kristal.

Dari lokasi tersebut, aparat menyita 20 drum berisi meth oil, sekitar 500 kilogram sabu kristal, serta sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi.

BACA JUGA  Polri Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda dan PJU Mabes Berganti

Secara keseluruhan, barang bukti dari operasi di lima lokasi itu mencapai hampir 1,2 ton bruto. Aparat masih mendalami asal bahan narkotika, peran masing-masing orang yang diamankan, serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan narkotika internasional.

Dugaan Jaringan Lintas Negara

Berdasarkan penyelidikan sementara, bahan narkotika cair tersebut diduga bergerak melalui kawasan Asia Tenggara sebelum tiba di Aceh.

Tim gabungan kemudian memantau pergerakan sejumlah orang yang diduga terlibat hingga menemukan lokasi yang digunakan sebagai laboratorium gelap.

Penyidik kini menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk sejumlah orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Aliran dana yang diduga berkaitan dengan kejahatan narkotika tersebut juga masih didalami.

Koordinasi dengan otoritas luar negeri akan dilakukan untuk mengungkap kemungkinan hubungan jaringan ini dengan sindikat internasional serta menelusuri rantai pasokan bahan narkotika.

Dalam keterangannya di Pidie, Jumat (23/10/2026), Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengapresiasi kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat dalam pengungkapan kasus tersebut.

BACA JUGA  Kapolri Suyudi Hadiri HUT ke-81 TNI, Tegaskan Sinergi TNI-Polri

“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemilik ruko, rumah kontrakan, dan rumah sewa agar lebih cermat memeriksa identitas penyewa serta memperhatikan aktivitas yang berlangsung di tempat miliknya.

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif dan memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan. Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Aparat turut mengapresiasi keterlibatan personel Polri, BNN, Bea Cukai, serta National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok dalam upaya mengungkap dugaan jaringan tersebut.

Kerja sama lintas lembaga dan lintas negara dinilai penting untuk memutus rantai pasokan narkotika, mengungkap pihak-pihak yang terlibat, serta mencegah Indonesia dimanfaatkan sebagai lokasi produksi maupun jalur distribusi narkotika ilegal.

Penyidikan masih berlangsung. Aparat terus mengembangkan kasus untuk memastikan asal bahan narkotika, mengungkap jaringan yang lebih luas, dan menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Kapolda Sulut Dengarkan Keluhan Pedagang Pasar Bersehati
Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polda Sulut Kumpulkan 44 Kantong Darah
Jaga Keindahan Bunaken, Kapolda Sulut dan Bhayangkari Tanam Mangrove di Pesisir
Tiga Bulan Tanpa Hujan, Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Bantu Pasokan Air Bersih untuk Warga Siladen dan Manado Tua
Polda Sulut Bongkar Peredaran Liquid Sintetis Mengandung Pinaca di Manado
Polda Sulut Perkuat Deteksi Dini Radikalisme dan Intoleransi
Polresta Manado Ungkap Dua Kasus Narkoba, Sita 1.450 Butir Trihexyphenidyl
Momen HUT ke-75 Humas Polri: Polda Sulut Salurkan Sembako untuk Anak-anak Panti Asuhan J. Lucas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:38

Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita, Laboratorium Gelap di Aceh Diduga Terhubung Jaringan Internasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:54

Kapolda Sulut Dengarkan Keluhan Pedagang Pasar Bersehati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:45

Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polda Sulut Kumpulkan 44 Kantong Darah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:18

Jaga Keindahan Bunaken, Kapolda Sulut dan Bhayangkari Tanam Mangrove di Pesisir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:38

Tiga Bulan Tanpa Hujan, Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Bantu Pasokan Air Bersih untuk Warga Siladen dan Manado Tua

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!