Palu, Pilarportal.com — Di tengah kawasan Hunian Tetap (Huntap) Balaroa, secercah harapan tumbuh dari sebuah kontainer sederhana.
Bagi Selvi, warga setempat, kontainer itu bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kebangkitan hidup setelah melewati masa sulit pascabencana.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) menghadirkan bantuan yang tak hanya bersifat materi, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selvi menerima bantuan berupa kontainer usaha lengkap dengan fasilitas pendukung, mulai dari pemasangan listrik gratis, kompor induksi, hingga meja dan kursi untuk melayani pelanggan.
“Saya sangat bersyukur. Dulu bingung mau usaha karena tidak punya tempat. Sekarang sudah ada semua, penghasilan mulai meningkat dan saya bisa membantu keluarga,” ungkap Selvi dengan mata berkaca-kaca.
Dari yang sebelumnya kesulitan mencari penghasilan, kini Selvi perlahan bangkit menjadi pelaku usaha kecil di lingkungannya. Usahanya mulai dikenal warga sekitar, bahkan menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Listrik bukan hanya penerangan, tapi harus menjadi penggerak ekonomi. Kami ingin masyarakat tidak hanya bangkit, tetapi benar-benar mandiri,” ujarnya.
Senada dengan itu, Manager PLN UP3 Palu, Ansar, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan dirancang untuk berkelanjutan.
“Kami ingin mendorong warga menjadi pelaku usaha yang adaptif terhadap teknologi dan mampu bersaing,” jelasnya.
Kisah Selvi menjadi bukti bahwa kepedulian dan semangat pantang menyerah dapat melahirkan harapan baru. Di Huntap Balaroa, cahaya listrik kini tak sekadar menerangi malam, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih mandiri.
Penulis : Roos Yunita
Editor : Roos Yunita
