Dari Mie Instan 2 Hari hingga Cum Laude, Kisah Perjuangan Merry Mahasiswi Unsrat

Jumat, 1 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Merry Pura, Lulusan Universitas Sam Ratulangi

Manado, Pilarportal.com — Perjalanan hidup Merry Pura, mahasiswi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan akhir dari segalanya.

Sejak awal diterima di perguruan tinggi negeri, Merry sudah dihadapkan pada kenyataan pahit.

Biaya kuliah yang tidak kecil membuatnya ragu untuk melanjutkan pendidikan.

Tanpa beasiswa, ia harus berjuang sendiri membiayai hidup dan sebagian kuliahnya.

Untuk bertahan, Merry bekerja di sebuah toko kecantikan di Manado, Esce Beauty, selama hampir tiga tahun.

Namun, di tengah perjalanan, ia harus menerima kenyataan di-PHK karena perubahan strategi bisnis toko tersebut.
Cobaan tidak berhenti di situ.

Sebagai perantau dengan kondisi ekonomi terbatas, Merry pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia harus bertahan hanya dengan mie instan yang dihemat selama dua hari.

“Waktu itu hanya ada mie instan kuah, dan itu harus saya bagi untuk dua hari,” kenangnya.

Kondisi tersebut bahkan memaksanya untuk cuti kuliah sebanyak dua kali karena keterbatasan biaya. Namun, ia tidak menyerah.

Setelah kehilangan pekerjaan, Merry kembali bangkit.

Ia sempat bekerja membantu usaha keripik pisang milik kerabat gereja dengan penghasilan sekitar Rp300 ribu hingga Rp900 ribu per bulan—jumlah yang jauh dari cukup untuk hidup di kota.

Meski demikian, ia tetap bertahan.

“Terkadang yang terlihat tidak cukup, justru Tuhan cukupkan,” ujarnya.

Memasuki tahun 2025, saat berada di tahap akhir perkuliahan, Merry kembali menghadapi tantangan besar.

Biaya penyelesaian studi, termasuk skripsi, menjadi beban berat di tengah keterbatasan ekonomi.

Namun titik balik akhirnya datang.

Merry mendapatkan pekerjaan sebagai host live untuk brand La Grace milik content creator Sulawesi Utara, Papacio dan Mamacio.

Dari pekerjaan ini, ia memperoleh penghasilan yang mampu menopang kebutuhan hidup sekaligus biaya kuliahnya.

Hingga akhirnya, perjuangan panjang itu berbuah manis.

Merry berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 4,6 tahun dengan predikat Cum Laude.

Sebuah pencapaian yang dulu bahkan tak pernah ia bayangkan.

“Semua ini adalah kemurahan Tuhan yang nyata dalam hidup saya,” ungkapnya penuh syukur.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)

Editor : Yudi Mintalangi

Berita Terkait

Pelajar SMP 1 Melonguane Dapat Informasi SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Pelajar SMK 3 Manado Diingatkan Jauhi Tawuran, Polsek Tikala Perkuat Edukasi
PLN UP3 Gorontalo Edukasi 23 Siswa TK Al-Irsyad tentang Keselamatan Listrik
Sulut Raih Terbaik 1 Akses Pendidikan, Dapat Insentif Rp2 Miliar
PLN Edukasi Siswa MAN 1 Banggai, Kenali Bahaya Listrik Sejak Dini
Lapas Tondano Buka Akses Pendidikan, Warga Binaan Ikuti Program Kejar Paket
326 Prajurit Muda Resmi Dilantik Pangdam XIII/Mdk, Ini Pesan Kasad
Aquaponik dan Aerator Diterapkan di Desa Tinggimae, Tim CARA’DE Dorong Budidaya Berkelanjutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:37

Pelajar SMP 1 Melonguane Dapat Informasi SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:09

Pelajar SMK 3 Manado Diingatkan Jauhi Tawuran, Polsek Tikala Perkuat Edukasi

Kamis, 24 September 2026 - 20:04

PLN UP3 Gorontalo Edukasi 23 Siswa TK Al-Irsyad tentang Keselamatan Listrik

Senin, 21 September 2026 - 18:14

Sulut Raih Terbaik 1 Akses Pendidikan, Dapat Insentif Rp2 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 20:52

PLN Edukasi Siswa MAN 1 Banggai, Kenali Bahaya Listrik Sejak Dini

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!
Exit mobile version