Ayam Ilegal Asal Filipina Dimusnahkan, Dankodaeral VIII: ini Langkah Tegas

Jumat, 2 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayam Ilegal Asal Filipina Dimusnahkan

Ayam Ilegal Asal Filipina Dimusnahkan

Pilarportal.com, Manado – TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) VIII kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan maritim dan perlindungan sumber daya nasional.

Bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Sulawesi Utara, aparat memusnahkan ayam ras asal Filipina yang masuk ke Indonesia secara ilegal.

Pemusnahan dilaksanakan di lingkungan Markas Komando Kodaeral VIII, Jumat (2/12/2026), setelah seluruh barang temuan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan karantina dan berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan hewan dan masyarakat.

Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, memimpin langsung kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa tindakan pemusnahan merupakan langkah tegas untuk mencegah masuknya penyakit hewan dari luar negeri serta melindungi peternak lokal dari dampak ekonomi akibat praktik penyelundupan.

“Masuknya unggas ilegal tanpa pengawasan karantina dapat membawa ancaman serius. Karena itu, negara harus hadir untuk menutup setiap celah penyelundupan dan melindungi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ayam ras tersebut diketahui diselundupkan melalui jalur laut di wilayah perairan utara Sulawesi. Setelah diamankan, barang temuan menjalani proses verifikasi administratif dan teknis oleh BKHIT Provinsi Sulawesi Utara sebelum diputuskan untuk dimusnahkan sesuai ketentuan perundang-undangan.

BACA JUGA  Letkol Laut Hanie Punuh Resmi Jabat Danpom Kodaeral VIII

Laksda TNI Dery menambahkan, Kodaeral VIII akan terus memperkuat patroli laut dan pengawasan wilayah perairan, khususnya di kawasan rawan penyelundupan. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan berkelanjutan guna memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan lintas negara.

Sebelum proses pemusnahan, petugas karantina melakukan pendataan, penandaan, serta dokumentasi sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi. Seluruh tahapan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh jajaran Pejabat Utama Kodaeral VIII, Kepala BKHIT Provinsi Sulawesi Utara, perwakilan Ditpolairud Polda Sulut, Bea Cukai Bitung, KSOP Kelas I Bitung, serta unsur terkait lainnya.

Pemusnahan ayam ras ilegal ini menjadi simbol sinergi antarinstansi dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia serta mencegah peredaran komoditas ilegal yang dapat mengancam ketahanan pangan dan kesehatan nasional.

Berita Terkait

Pangdam Anggit Temui Dankodaeral VIII, Soliditas TNI Jadi Fokus
Pangdam XIII/Mdk dan YKEP Perkuat Koordinasi
Pangdam XIII/Merdeka Perkuat Sinergi dengan Lanudsri Manado
Kapal Tanker MT Mika Zayn Terbakar, Kodaeral VIII Kerahkan KAL Patola VIII-27 dan RHIB untuk Pengamanan
Pangdam dan Gubernur Sulut Perkuat Sinergi, Pembangunan Daerah Jadi Fokus
BSG Lakukan Penyelarasan Organisasi dan Pengurus demi Kinerja Keuangan Berkelanjutan
Empat Satuan TNI AD Raih Tanda Kehormatan Samkaryanugraha
Kasad Lepas Kontingen TNI AD ke AARM 2026 di Malaysia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:47

Pangdam XIII/Mdk dan YKEP Perkuat Koordinasi

Senin, 2 November 2026 - 15:23

Pangdam XIII/Merdeka Perkuat Sinergi dengan Lanudsri Manado

Senin, 2 November 2026 - 08:01

Kapal Tanker MT Mika Zayn Terbakar, Kodaeral VIII Kerahkan KAL Patola VIII-27 dan RHIB untuk Pengamanan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:33

Pangdam dan Gubernur Sulut Perkuat Sinergi, Pembangunan Daerah Jadi Fokus

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:03

BSG Lakukan Penyelarasan Organisasi dan Pengurus demi Kinerja Keuangan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!