Pemprov dan Ormas Waraney Papua Barat Kawal Jenazah Yafet Hingga Dimakamkan di Manado

Minggu, 2 Oktober 2022

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Provinsi Papua Barat Idrus Wasaraka didampingi Ketua dan Panglima ormas Waraney Papua Barat.

Pilarportal.com, Manado – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua mengklaim membunuh empat warga sipil yang merupakan pekerja pembangunan jalan Trans-Bintuni—Maybrat di Papua Barat pada Kamis (29/9/2022).

Dimana foto dan video keempat warga sipil yang menjadi korban pembunuhan KKB itu tersebar di media sosial, salah-satu korban adalah Yafet Jorgen Rompis (50) warga Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.

Kedatangan jenazah Yafet yang bekerja sebagai operator alat berat ekskavator dalam proyek pembukaan jalan di Papua sebelum diserang oleh KKB, langsung disambut histeris keluarga yang telah menunggu di cargo Bandara Sam Ratulangi, Minggu (2/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isak tangis keluarga tak bisa dibendung saat peti jenazah Yafet tiba. Beberapa orang juga langsung memeluk peti jenazah dari orang terkasih mereka.

Diketahui, jenazah diterbangkan dari Jayapura menggunakan pesawat Lion JT 799, dan tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado sekitar pukul 16.05 Wita.

Terpantau wartawan, Jenazah langsung dibawah menggunakan ambulance menuju lokasi penguburan Pemkot Manado Kayu Watu dan dimakamkan secara Kristen.

Vanclief Rompis, anak korban mengaku lega akhirnya jenazah ayahnya bisa tiba di Manado untuk dimakamkan di kampung halamannya. Diakui Vanclief, sebelum jenazah tiba, keluarga merasa cemas jika jenazah akan sulit untuk dikembalikan ke Manado.

“Terus terang saya sedih, karena ayah saya itu orangnya sangat baik untuk kami. Bahkan, saya yang sudah besar tetap diperhatikan. Sering sekali saya ditelepon,” ujar Vanclief.

Yafet Jorgen Rompis adalah satu dari empat pekerja proyek pembukaan jalan di Papua yang menjadi korban aksi kekerasan dari kelompok separatis KKB di Papua.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Provinsi Papua Barat Idrus Wasaraka mengaku diperintah lansung atasan agar mengawal jenazah sampai di Manado.

“Semua korban sudah dievakuasi termasuk Yafet dan Perusahaan sudah santunan, juga biaya pemulangan jenazah ditanggung,” ujar Idrus didampingi Yahya Maabuat Ketua Waraney Papua Barat yang menambahkan bahwa ini murni kejahatan kemanusiaan.(yud)

Berita Terkait

2 Tersangka Ditetapkan! Tabrak Lari hingga Bayi 5 Bulan Tewas, Ini Fakta Lengkapnya
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Phishing Internasional, Aset Rp4,5 Miliar Disita
Tak Perlu Antre! Dewi Asmara Ungkap Kemudahan Autogate di Bandara Manado
Pelaku Penikaman di Langowan Barat, Berhasil Ditangkap Resmob Minahasa
Faperta Unsrat Dorong Generasi Muda Sulut Jadi Motor Ketahanan Pangan Nasional
Resmob Polres Tomohon, Ringkus 9 Pelaku Penganiayaan Sadis di Kakaskasen
Operasi Senyap Bareskrim Berhasil! 23 Ton Komoditas Ilegal Diamankan di Pontianak
Imigrasi Sulut Gaspol GCI, 83 Peserta Bahas Visa hingga Investasi Global

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:38 WITA

2 Tersangka Ditetapkan! Tabrak Lari hingga Bayi 5 Bulan Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Kamis, 23 April 2026 - 21:45 WITA

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Phishing Internasional, Aset Rp4,5 Miliar Disita

Kamis, 23 April 2026 - 20:39 WITA

Tak Perlu Antre! Dewi Asmara Ungkap Kemudahan Autogate di Bandara Manado

Rabu, 22 April 2026 - 20:39 WITA

Pelaku Penikaman di Langowan Barat, Berhasil Ditangkap Resmob Minahasa

Rabu, 22 April 2026 - 15:56 WITA

Faperta Unsrat Dorong Generasi Muda Sulut Jadi Motor Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru

Sulawesi Utara

Didorong Penuh Kader, Bara Prima Resmi Pimpin TIDAR Sulut Hingga 2029

Senin, 27 Apr 2026 - 05:25 WITA

Exit mobile version