Pilarportal.com, Manado – Mutasi jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat menghadirkan sosok baru sebagai Panglima Kodam XVII/Cenderawasih.
Jabatan strategis yang membawahi wilayah Papua Tengah, Papua, dan Papua Pegunungan ini kini dipercayakan kepada Mayjen TNI Amrin Ibrahim, putra Sulawesi Utara yang dikenal komunikatif dan dekat dengan masyarakat.
Latar Belakang dan Pendidikan
Mayjen Amrin Ibrahim lahir 5 Juni 1968 di Manado dari pasangan ayah berdarah Ternate seorang Polisi dan ibu asal Sangihe yang adalah seorang perawat.
Sejak kecil, ia tumbuh di kawasan pesisir Tumumpa dan Maasing, Kecamatan Tuminting, Manado Utara.
Pendidikan dasar ia tempuh di SD Tumumpa, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 3 Manado, dan menamatkan sekolah menengah atas di SMA Negeri 3 Manado.
Sejak remaja, Amrin dikenal disiplin, ulet, serta mudah bergaul dengan lingkungan sekitarnya. Selepas SMA, ia diterima di Akademi Militer (Akmil) tahun 1992, yang menjadi titik awal perjalanan karier militernya.
Rekam Jejak Karier Militer
Sebelum dipercaya memimpin Kodam XVII/Cenderawasih, Amrin Ibrahim telah menorehkan rekam jejak panjang di berbagai penugasan. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:
Komandan Kodim 1404/Pinrang
Aster Kasdam IV/Diponegoro
Komandan Rindam IV/Diponegoro (2018—2020)
Pamen Denma Mabesad (2020)
Irutum It Kostrad (2020—2021)
Komandan Korem 133/Nani Wartabone (2 Agustus 2021—4 November 2022)
Irdam VI/Mulawarman (4 November 2022)
Pa Sahli Tingkat III Kasad Bidang Ekkudag sejak terkena mutasi pada 1 April 2024.
Kematangan pengalaman tersebut menjadikan Amrin sosok yang mumpuni, baik dalam bidang teritorial, operasi, maupun pembinaan kewilayahan.
Sosok yang Membumi
Dalam sejumlah kesempatan, Amrin tak segan menegaskan identitas dirinya sebagai putra daerah.
“Saya ini anak Tumumpa dan Maasing. Mama orang Sangir, papa dari Ternate. Saya lahir, besar, dan sekolah di Manado,” ungkapnya saat dihubungi wartawan pilarportal.com.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa meski kini memegang jabatan strategis di Papua, Mayjen Amrin tetap rendah hati dan tak melupakan akar serta tanah kelahirannya.






