Dulu Terisolasi, Kini Terhubung! Jembatan Garuda Pertama di Sangihe Akhirnya Rampung

SANGIHE, Pilarportal.com – Jembatan Perintis Garuda pertama di Sulawesi Utara yang berlokasi di Kampung Beha, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, resmi rampung 100 persen pada Selasa (14/4/2026).

Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah kepulauan dan perbatasan.

Jembatan sepanjang 8 meter dengan lebar 3,5 meter tersebut melintasi Sungai Kengkima dan kini membuka akses yang sebelumnya terbatas bagi masyarakat setempat, khususnya dalam mobilitas dan distribusi barang.

Pembangunan JembatanPerintis Garuda merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah terpencil dan pulau terluar Indonesia.

Dengan hadirnya jembatanini, aktivitas masyarakat di Kampung Beha dan sekitarnya dipastikan menjadi lebih lancar.

Akses terhadap layanan dasar, distribusi hasil produksi, hingga kegiatan ekonomi lokal diharapkan mengalami peningkatan signifikan.

Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan.

“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini adalah bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah meningkatkan pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil,” ujarnya.

BACA JUGA  Natal Kodam XIII/Mdk 2025, Perkuat Persaudaraan dan Harmoni Sulut

Kapendam XIII/Merdeka, Sofyan, menambahkan bahwa keberadaan jembatan ini sangat penting bagi wilayah kepulauan.

“Jembatan ini menjadi solusi dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas masyarakat semakin lancar dan kesejahteraan diharapkan meningkat,” katanya.

Jembatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini merupakan salah satu dari 36 unit Jembatan Perintis Garuda yang direncanakan dibangun di wilayah Sulawesi Utara.

Proses pembangunan dilakukan oleh personel Kodim 1301/Sangihe bersama pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Beha, serta berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Rampungnya jembatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *