PLTS 100 GWp Didorong, PLN Bidik Energi Bersih dan Lapangan Kerja

Jumat, 4 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya PLTS. Pengembangan PLTS 100 GWp juga akan memberikan manfaat ekonomi melalui proyeksi penciptaan 5,518 juta lapangan kerja di sektor konstruksi dan manufaktur.

Ilustrasi personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya PLTS. Pengembangan PLTS 100 GWp juga akan memberikan manfaat ekonomi melalui proyeksi penciptaan 5,518 juta lapangan kerja di sektor konstruksi dan manufaktur.

JAKARTA, Pilarportal.com – Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai langkah memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Program yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) itu diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mengoptimalkan potensi energi surya Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pengembangan PLTS 100 GWp berpotensi memberikan penghematan besar bagi negara.

Salah satunya melalui pengurangan penggunaan pembangkit berbahan bakar diesel yang masih menjadi bagian dari sistem kelistrikan nasional.

“Ini mampu menghemat APBN kita dari subsidi solar,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, program PLTS 100 GWp berpotensi menghasilkan penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun.

Penghematan tersebut berasal dari pemanfaatan PLTS dan BESS dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil.

Program ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Bahlil menyebut sekitar 12,6 GW kapasitas pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan solar sebagai bahan bakar.

BACA JUGA  PLN Gandeng Uni Eropa, KfW, dan PT SMI

Karena itu, pengembangan energi surya dinilai dapat memperbesar pemanfaatan sumber energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi.

“Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik atau BESS di dalam negeri,” katanya.

Selain manfaat ekonomi dan energi, PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan dampak terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK).

Program tersebut berpotensi mengurangi emisi hingga 140,16 juta ton CO₂ per tahun.

Pengurangan emisi itu sekaligus membuka peluang pasar karbon yang diperkirakan mencapai Rp6,31 triliun.

Tahap Awal PLTS Capai 5,3 GWp

Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5,3 GWp.

Proyek tersebut akan dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia untuk memperluas pemanfaatan energi surya dalam sistem kelistrikan nasional.

Tahap awal itu diperkirakan dapat menghemat penggunaan BBM hingga 319.998 kiloliter per tahun.

Selain itu, penggunaan gas alam juga diproyeksikan berkurang sekitar 35,66 ribu MMSCF per tahun.

Dari sisi anggaran, pengembangan tahap awal berpotensi memberikan penghematan biaya listrik hingga Rp4,6 triliun per tahun.

BACA JUGA  Sambut Bulan Suci Ramadhan, PLN Didukung Penuh Stakeholder Untuk Amankan Pasokan Listrik Hingga Hari Raya Idul Fitri 1444 H

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem energi nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar sehingga perlu dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan, khususnya energi surya,” ujar Darmawan.

Ia menjelaskan, penggunaan BESS juga menjadi faktor penting dalam pengembangan PLTS berskala besar.

Teknologi tersebut memungkinkan energi surya yang bersifat intermiten disimpan dan dimanfaatkan secara lebih optimal dalam sistem kelistrikan.

PLTS 100 GWp Buka Jutaan Lapangan Kerja

Program PLTS 100 GWp tidak hanya ditujukan untuk memperkuat sektor energi.

Pengembangannya juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap industri nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok dalam negeri.

Secara keseluruhan, program ini diperkirakan mampu menciptakan sekitar 5,518 juta lapangan kerja.

Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 3,465 juta pekerjaan di sektor konstruksi dan 2,053 juta pekerjaan di sektor manufaktur.

BACA JUGA  Mitigasi Persoalan Aset, PLN Gandeng Kementerian ATR/BPN Percepat Sertifikasi Lahan

Darmawan menilai pengembangan PLTS dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

“Pengembangan PLTS merupakan salah satu upaya dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong penggunaan energi bersih, memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Roos Yunita

Editor : Roos Yunita

Berita Terkait

Harpelnas 2026, PLN ULP Siau Sambung Listrik 82.500 VA untuk Dukung Dunia Usaha
Whiz Prime Megamas Manado Tawarkan Paket Ulang Tahun dan Swim & Snack
Aquaponik dan Aerator Diterapkan di Desa Tinggimae, Tim CARA’DE Dorong Budidaya Berkelanjutan
PLN Kembangkan Wisata Karampuana Donggala, Dorong Ekonomi dan UMKM Desa Towale
PLN Resmikan SPKLU Fast Charging 90 kW di Palu, Ekosistem EV Makin Siap
Presiden Prabowo Resmi Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Indonesia Menuju Swasembada Energi
JBA Manado Buka Lelang Mobil dan Motor Online, Warga Bisa Cek Unit Sebelum Bidding
YBM PLN Tolitoli Gelar Khitanan Gratis untuk 79 Anak di Galang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:27

PLTS 100 GWp Didorong, PLN Bidik Energi Bersih dan Lapangan Kerja

Kamis, 3 September 2026 - 21:27

Harpelnas 2026, PLN ULP Siau Sambung Listrik 82.500 VA untuk Dukung Dunia Usaha

Selasa, 1 September 2026 - 04:15

Whiz Prime Megamas Manado Tawarkan Paket Ulang Tahun dan Swim & Snack

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:55

Aquaponik dan Aerator Diterapkan di Desa Tinggimae, Tim CARA’DE Dorong Budidaya Berkelanjutan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:17

PLN Kembangkan Wisata Karampuana Donggala, Dorong Ekonomi dan UMKM Desa Towale

Berita Terbaru