Pilarportal.com, Kepulauan Sitaro — Bencana alam banjir bandang melanda wilayah Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin dini hari, 5 Januari 2026, sekitar pukul 02.45 Wita.
Peristiwa tragis ini menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan parah di sejumlah permukiman warga.
Banjir bandang dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Siau sejak pukul 02.00 Wita tanpa henti. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air dari kawasan perbukitan meluap ke permukiman, membawa material tanah, batu, dan kayu dengan arus deras.
Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak cukup parah, di antaranya Kelurahan Bahu Kecamatan Siau Timur, Kampung Laghaeng dan Kampung Batusenggo Kecamatan Siau Barat Selatan, Kampung Peling dan Kampung Bumbiha Kecamatan Siau Barat, serta Kelurahan Paseng Kecamatan Siau Barat.
Berdasarkan data sementara dari tim gabungan di lapangan, 14 orang dilaporkan meninggal dunia, 25 orang mengalami luka-luka, dan satu orang masih dinyatakan hilang serta terus dilakukan upaya pencarian.
Selain itu, 35 kepala keluarga dengan total 108 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi aman yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
Kerusakan material akibat banjir bandang ini terbilang besar. Tercatat 64 unit rumah mengalami kerusakan berat dan ringan, sementara 21 unit rumah lainnya hilang terseret arus banjir. Di beberapa titik, akses jalan utama tertutup material longsoran, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat belum dapat melintas.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kodam XIII/Merdeka melalui Dandim 1301/Sangihe langsung mengerahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel TNI ke lokasi bencana.
Personel TNI bahu-membahu bersama Polri dan pemerintah daerah melakukan pencarian korban, evakuasi warga, serta penanganan darurat di wilayah terdampak.
Sebagai bentuk respons cepat, Kodam XIII/Merdeka juga menyiapkan dua peleton personel TNI dari unsur satuan tempur, bantuan tempur, balak, serta Bekangdam.
Dukungan logistik yang disiapkan meliputi kendaraan truk, tenda pengungsian, perlengkapan lapangan, pailbad, dan aldurlap untuk membantu kebutuhan para pengungsi.
Rencana pergeseran personel dan logistik akan menggunakan Kapal Feri Lokon Banua milik Pemerintah Daerah Sitaro melalui Dermaga PSDP Bitung, dengan tetap mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan pelayaran.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pembersihan material banjir masih terus berlangsung, sementara aparat gabungan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.
Isi berita Autentikasi: Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel E. S. Lalawi, S.I.P
