BANGGAI, Pilarportal.com – Harapan masyarakat di wilayah pelosok dan kepulauan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, untuk menikmati layanan listrik mulai mendapat perhatian serius.
PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk memperkuat koordinasi dengan DPRD Kabupaten Banggai guna mempercepat pemerataan akses listrik, khususnya bagi desa-desa yang hingga kini belum menikmati layanan kelistrikan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi bersama Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banggai, Wardani Murad Husain.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Desa Samma Jatem, khususnya masyarakat yang bermukim di kawasan kepulauan Pulau Tembang.
Dalam pertemuan tersebut, PLN UP3 Luwuk memaparkan kondisi kelistrikan di Kabupaten Banggai, termasuk tantangan geografis wilayah kepulauan dan pelosok, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan teknis untuk memperluas jaringan listrik.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Wahyu Prasetyo, menegaskan bahwa pemerataan listrik merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat.
“PLN berkomitmen penuh untuk menghadirkan listrik hingga ke pelosok. Sinergi bersama DPRD dan Pemerintah Kabupaten Banggai menjadi kunci krusial untuk mengatasi berbagai tantangan geografis dan teknis di lapangan,” ungkap Wahyu.
Ia menegaskan, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendorong perekonomian, meningkatkan akses pendidikan, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, mengatakan komunikasi intensif dengan pemerintah daerah dan legislatif diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan secara akurat.
“Melalui audiensi ini, kami berharap terbangun sinergi yang semakin kuat bersama DPRD Kabupaten Banggai dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini penting untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara presisi, memperoleh data yang akurat, serta mengupayakan langkah tindak lanjut yang tepat dalam menghadirkan listrik bagi desa-desa yang belum berlistrik,” jelas Ridwan.
Sebagai langkah konkret, PLN UP3 Luwuk bersama tim teknis akan melakukan survei lapangan untuk memetakan jalur distribusi, potensi kebutuhan listrik, serta menentukan teknologi yang paling efektif dan efisien.
Opsi yang dikaji mencakup perluasan jaringan listrik dari sistem yang sudah tersedia (grid extension) maupun pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis komunal untuk wilayah kepulauan.
DPRD Kabupaten Banggai menyambut baik keterbukaan dan langkah proaktif PLN dalam merespons aspirasi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat penyusunan dokumen perencanaan serta pengusulan anggaran program Listrik Desa (Lisdes).
Dengan demikian, rencana elektrifikasi dapat disusun secara bertahap, berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan kondisi geografis setiap wilayah.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk memastikan masyarakat di pelosok dan pulau-pulau terpencil tidak terus tertinggal dalam memperoleh akses energi.
Sebab, bagi masyarakat yang belum menikmati listrik, hadirnya penerangan bukan hanya mengubah suasana malam, tetapi juga membuka peluang baru bagi pendidikan, usaha, dan kehidupan yang lebih sejahtera.
Penulis : Roos Yunita
Editor : Roos Yunita




























Komentar