Jakarta, Pilarportal.com – Jasa Raharja berkolaborasi dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyelenggarakan sosialisasi nasional budaya keselamatan dan pemahaman asuransi penerbangan di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada perlindungan, keamanan, dan keselamatan masyarakat, khususnya di sektor transportasi udara.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan literasi keselamatan penerbangan, terutama di kalangan generasi muda, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek serta komunitas terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui kegiatan edukasi ini, peserta didorong untuk memahami pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan sekaligus mengetahui hak dan kewajiban penumpang dalam sistem transportasi udara nasional.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan strategis di sektor penerbangan nasional. Hadir di antaranya Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja, Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono,
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan RI Shokib Al Rokhman, Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Angkutan Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin Lie, serta perwakilan maskapai penerbangan nasional.
Rangkaian kegiatan diisi dengan paparan kebijakan keselamatan penerbangan, simulasi, diskusi interaktif, serta sesi berbagi pengalaman dari para narasumber.
Peserta juga mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai peran asuransi kecelakaan Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar bagi penumpang apabila terjadi risiko selama perjalanan udara.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup dan melekat dalam setiap aspek operasional.
“Keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup, bukan hanya tertulis dalam regulasi dan prosedur, tetapi tertanam dalam setiap proses kerja, setiap pengambilan keputusan, dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya oleh para penumpang,” ujar Awaluddin.
Ia menambahkan bahwa keselamatan penerbangan memiliki dimensi yang sangat luas, tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik, stabilitas sosial, serta keberlanjutan pembangunan nasional.
“Keselamatan ini menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya berada di tangan regulator atau operator semata, tetapi menuntut sinergi seluruh ekosistem. Keselamatan tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan oleh konsistensi bersama,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Jasa Raharja dan INACA berharap dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya keselamatan penerbangan serta meningkatkan pemahaman publik mengenai perlindungan asuransi sebagai bagian dari sistem transportasi udara yang aman dan berkelanjutan.













